<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
  <channel>
    <title>simptember &amp;mdash; reeinshiyu</title>
    <link>https://reeinshiyu.writeas.com/tag:simptember</link>
    <description>Seluruh kisah yang dikhususkan kepada mereka yang berkenan untuk membacanya.</description>
    <pubDate>Thu, 14 May 2026 02:16:34 +0000</pubDate>
    <item>
      <title>Stay Overnight.</title>
      <link>https://reeinshiyu.writeas.com/stay-overnight?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[  Kujo Tenn × Reader.&#xA;  #IDOLiSH7 Fanfiction.&#xA;&#xA;Day 30 of #SimpTember 2021. !--more--&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;&#34;....&#34;&#xA;&#xA;Terdiam, tak bisa berkata-kata. Apa maksudnya itu?&#xA;&#xA;&#34;Menginap saja malam ini disini.&#34;&#xA;&#xA;Masih tak berbicara, bagaimana bisa ia mempercayai-nya semudah itu?&#xA;&#xA;Dia akui, ini memang sudah larut. Toh, karena ia membantu dirinya, yang saat ini berada dihadapan. Dikarenakan tak ingin membuat repot yang lain, maka nya gadis tersebut turun tangan.&#xA;&#xA;&#34;Apa tak masalah?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Untuk apa aku berkata seperti tadi, kalau tak boleh?&#34;&#xA;&#xA;Malah bertanya balik, membuat sang gadis ber-sweetdrop-ria. Terkadang ia tidak bisa menjawab pertanyaan dari seseorang dihadapan, karena perkataannya yang sedikit, oh sebentar itu cukup sulit dituliskan dengan kata-kata.&#xA;&#xA;&#34;Baiklah, aku ikuti kata-katamu.&#34;&#xA;&#xA;Mengikuti ia dari belakang yang sudah mulai memasuki rumah, ah sungguh kesan mewah itu membuat gadis tersebut berpikir keluarga dia itu cukup ternama.&#xA;&#xA;&#34;Oh, sudah pulang. Teman Nii-san?&#34;&#xA;&#xA;Seorang anak gadis datang menyambut. Melihat adanya gadis yang bernama [Full Name] mengekori, dibelakang &#39;Nii-san&#39;-nya itu, Kujo Tenn, dan bertanya.&#xA;&#xA;&#34;Ah, kebetulan Aya. Iya, dia teman ku dia membantuku tadi, karena sudah larut sekali aku membiarkan dia menginap, masalah kamar tak apa-apa &#39;kan ia bersama denganmu?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Eh? Apa Kujou-san tidak mempermasalahkannya?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Dia tidak pulang hari ini, entah apa yang dia lakukan. Tapi, aku sudah mengabarinya,&#34; jelas Tenn. Mengangguk mengerti, Aya mendekati keduanya.&#xA;&#xA;&#34;Tidak apa-apa &#39;kan?&#34;&#xA;&#xA;Memastikan bahwa gadis yang dibawa masuk oleh Tenn tidak mempermasalahkan hal ini, makanya ia bertanya.&#xA;&#xA;&#34;Eh, err ... kalau tidak memberatkan kalian.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Sudah malam, kalau kau mau pergi jalan kaki atau naik taksi silakan.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Nii-san, apa dia benar-benar teman-mu?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya, yang cukup merepotkan.&#34;&#xA;&#xA;&#34;... Hei! Apa-apaan?! Kalau tak boleh bilang saja, aku pergi sekarang.&#34;&#xA;&#xA;Benar, baru saja ingin mengambil langkah pergi. Tangan gadis tersebut sudah dipegangi.&#xA;&#xA;&#34;Sudah malam, orang penakut sepertimu mana mungkin berani. Menetaplah disini.&#34;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Kujo Tenn × Reader.
<a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:IDOLiSH7" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">IDOLiSH7</span></a> Fanfiction.</p></blockquote>

<p><em>Day 30 of <a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:SimpTember" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">SimpTember</span></a> 2021.</em> </p>

<hr/>

<p>”....”</p>

<p>Terdiam, tak bisa berkata-kata. Apa maksudnya itu?</p>

<p>“Menginap saja malam ini disini.”</p>

<p>Masih tak berbicara, bagaimana bisa ia mempercayai-nya semudah itu?</p>

<p>Dia akui, ini memang sudah larut. Toh, karena ia membantu dirinya, yang saat ini berada dihadapan. Dikarenakan tak ingin membuat repot yang lain, maka nya gadis tersebut turun tangan.</p>

<p>“Apa tak masalah?”</p>

<p>“Untuk apa aku berkata seperti tadi, kalau tak boleh?”</p>

<p>Malah bertanya balik, membuat sang gadis ber-sweetdrop-ria. Terkadang ia tidak bisa menjawab pertanyaan dari seseorang dihadapan, karena perkataannya yang sedikit, oh sebentar itu cukup sulit dituliskan dengan kata-kata.</p>

<p>“Baiklah, aku ikuti kata-katamu.”</p>

<p>Mengikuti ia dari belakang yang sudah mulai memasuki rumah, ah sungguh kesan mewah itu membuat gadis tersebut berpikir keluarga dia itu cukup ternama.</p>

<p>“Oh, sudah pulang. Teman <em>Nii-san</em>?”</p>

<p>Seorang anak gadis datang menyambut. Melihat adanya gadis yang bernama [Full Name] mengekori, dibelakang &#39;<em>Nii-san</em>&#39;-nya itu, Kujo Tenn, dan bertanya.</p>

<p>“Ah, kebetulan Aya. Iya, dia teman ku dia membantuku tadi, karena sudah larut sekali aku membiarkan dia menginap, masalah kamar tak apa-apa &#39;kan ia bersama denganmu?”</p>

<p>“Eh? Apa Kujou-<em>san</em> tidak mempermasalahkannya?”</p>

<p>“Dia tidak pulang hari ini, entah apa yang dia lakukan. Tapi, aku sudah mengabarinya,” jelas Tenn. Mengangguk mengerti, Aya mendekati keduanya.</p>

<p>“Tidak apa-apa &#39;kan?”</p>

<p>Memastikan bahwa gadis yang dibawa masuk oleh Tenn tidak mempermasalahkan hal ini, makanya ia bertanya.</p>

<p>“Eh, err ... kalau tidak memberatkan kalian.”</p>

<p>“Sudah malam, kalau kau mau pergi jalan kaki atau naik taksi silakan.”</p>

<p>“<em>Nii-san</em>, apa dia benar-benar teman-mu?”</p>

<p>“Ya, yang cukup merepotkan.”</p>

<p>”... Hei! Apa-apaan?! Kalau tak boleh bilang saja, aku pergi sekarang.”</p>

<p>Benar, baru saja ingin mengambil langkah pergi. Tangan gadis tersebut sudah dipegangi.</p>

<p>“Sudah malam, orang penakut sepertimu mana mungkin berani. Menetaplah disini.”</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://reeinshiyu.writeas.com/stay-overnight</guid>
      <pubDate>Sat, 11 Jun 2022 11:46:20 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Duet Singing.</title>
      <link>https://reeinshiyu.writeas.com/duet-singing?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[  Inumine Seishiro × Reader.&#xA;  #StarMyu Fanfiction.&#xA;&#xA;Day 29 of #SimpTember 2021. !--more--&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;&#34;Ayo lakukan, [Name]-san~!&#34;&#xA;&#xA;Seperti biasa, selalu ceria ia mengatakan hal tersebut. Biar bagaimana pun, seraya bernyanyi selalu menjadi khas tersendiri bagi dirinya.&#xA;&#xA;&#34;Mana aku bisa ....&#34;&#xA;&#xA;Bernama [Name], ia mulai menggerutu tak mau. Tiada keyakinan yang mau berpihak pada sosok-nya. Setiap kali diajak, menolak adalah yang selalu dilakukan.&#xA;&#xA;&#34;Nilai akan menjadi taruhannya, lho~&#34;&#xA;&#xA;Mendesah panjang, kendati temannya begini, ia tetap saja selalu berbakat dalam bidang musik. Terkecuali untuk hal lain, dikatakan bahwa ia cukup lemah, alias tak mengerti.&#xA;&#xA;&#34;Huh, astaga. Sedikit menyebalkan,&#34; balasnya tak terima.&#xA;&#xA;&#34;Oh~♪ [Name], janganlah~ kau bersedih.&#34;&#xA;&#xA;Bila tak didengar, pasti mengira bahwa adalah suatu kalimat dukungan. Pada dasarnya itu adalah sebuah lagu yang ia buat sendiri.&#xA;&#xA;&#34;Kalau begitu, mau nanyi bersama denganku?&#34; tawar ia lagi, membuat [Name] mengernyit bingung karenanya.&#xA;&#xA;&#34;Harus sekali ya, memaksa?&#34; tegur [Name], kenapa seseorang dari teman tim satu timnya—yang dimaksud adalah tim sosok yang dihadapannya sekarang—malah ia yang mengajarinya?&#xA;&#xA;Tiada jawaban, sebelum akhirnya lelaki tersebut berbicara lagi, &#34;Lagipula ini demi nilaimu, bukan? Lalu, Ugawa maupun Sawatari mempercayakanku untuk bersamamu, kalau tak mau aku akan pergi–&#34;&#xA;&#xA;&#34;Jangan kabur lagi dong!&#34;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Inumine Seishiro × Reader.
<a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:StarMyu" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">StarMyu</span></a> Fanfiction.</p></blockquote>

<p><em>Day 29 of <a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:SimpTember" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">SimpTember</span></a> 2021.</em> </p>

<hr/>

<p>“Ayo lakukan, [Name]-<em>san</em>~!”</p>

<p>Seperti biasa, selalu ceria ia mengatakan hal tersebut. Biar bagaimana pun, seraya bernyanyi selalu menjadi khas tersendiri bagi dirinya.</p>

<p>“Mana aku bisa ....”</p>

<p>Bernama [Name], ia mulai menggerutu tak mau. Tiada keyakinan yang mau berpihak pada sosok-nya. Setiap kali diajak, menolak adalah yang selalu dilakukan.</p>

<p>“Nilai akan menjadi taruhannya, lho~”</p>

<p>Mendesah panjang, kendati temannya begini, ia tetap saja selalu berbakat dalam bidang musik. Terkecuali untuk hal lain, dikatakan bahwa ia cukup lemah, alias tak mengerti.</p>

<p>“<em>Huh</em>, astaga. Sedikit menyebalkan,” balasnya tak terima.</p>

<p>“<em>Oh</em>~♪ [Name], janganlah~ kau bersedih.”</p>

<p>Bila tak didengar, pasti mengira bahwa adalah suatu kalimat dukungan. Pada dasarnya itu adalah sebuah lagu yang ia buat sendiri.</p>

<p>“Kalau begitu, mau nanyi bersama denganku?” tawar ia lagi, membuat [Name] mengernyit bingung karenanya.</p>

<p>“Harus sekali ya, memaksa?” tegur [Name], kenapa seseorang dari teman tim satu timnya—yang dimaksud adalah tim sosok yang dihadapannya sekarang—malah ia yang mengajarinya?</p>

<p>Tiada jawaban, sebelum akhirnya lelaki tersebut berbicara lagi, “Lagipula ini demi nilaimu, bukan? Lalu, Ugawa maupun Sawatari mempercayakanku untuk bersamamu, kalau tak mau aku akan pergi–”</p>

<p>“Jangan kabur lagi dong!”</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://reeinshiyu.writeas.com/duet-singing</guid>
      <pubDate>Sat, 11 Jun 2022 11:44:10 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Cooking.</title>
      <link>https://reeinshiyu.writeas.com/cooking?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[  Izumi Mitsuki × Reader.&#xA;  #IDOLiSH7 Fanfiction.&#xA;&#xA;Day 28 of #SimpTember 2021. !--more--&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;&#34;Oi, [Name]. Jangan malas-malasan, bantu aku sini. Atau kau tak mau makan?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Astaga, Mitsu! Iya-iya aku bantu.&#34;&#xA;&#xA;Sosok lelaki yang menyuruh-nya itu, panggil saja Izumi Mitsuki. Beberapa orang mengenalinya sebagai Mitsuki.&#xA;&#xA;Lantas, untuk dia yang menjawab adalah [Name] entah disebutkan ia kesal, ataupun lelah disuruh. Tak ada yang bisa memahami, kecuali dia sendiri.&#xA;&#xA;&#34;Cepat bantu sini, jangan main ponsel terus!&#34;&#xA;&#xA;Menunjuk ke arah sesuatu yang akan siap segera dilakukan sebuah kegiatan, yakni yang mereka lakukan adalah memasak.&#xA;&#xA;&#34;Aku salah apa main ponsel? Toh, aku juga belajar.&#34;&#xA;&#xA;Sebelum sesuatu mendarat di atas kepala, [Name] dengan siap menghindari serangan dadakan. Ya, itu memang sering terjadi.&#xA;&#xA;&#34;Halah, kalau belajar mana senyam-senyum mirip orang gila, ya. Sekarang coba masak sesuatu, biar kedepannya tidak merepotkan aku.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Maaf, tidak baik loh, mengatakan Istri sendiri orang gila.&#34;&#xA;&#xA;Oh, benar. Keduanya adalah pasangan suami istri. Aslinya mereka akur, namun karena sesuatu yang berhubungan dengan belakang, mau tak mau selalu berhadapan dengan keributan sekilas.&#xA;&#xA;&#34;Bukan menyindir, cuma mengingatkan. Heh, itu yang benar motongnya! Jangan asal-asalan, begini coba ....&#34;&#xA;&#xA;Tangan dipegang oleh Mitsuki, dengan kepala ia berada di samping kiri guna bisa melihat sesuatu yang dipegang.&#xA;&#xA;Dengan mengarahkan pegangan tangan [Name]. Mulai memotong sayuran dengan lebih tenang, tidak ribut lagi yang terdengar.&#xA;&#xA;&#34;Pelan-pelan, jangan buru-buru. Yang makan nantinya juga kamu. Makanya, biasakan. Biar aku melakukan live dengan yang lainnya bisa tenang, kalau menginap di dorm.&#34;&#xA;&#xA;Tak ada lagi yang didengar dari percakapan malam, antara kedua insan ini.&#xA;&#xA;&#34;Oke, kalau begitu aku ikutan ke sana saja.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Yah, tidak bisa.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Kenapa?&#34;&#xA;&#xA;Tentu saja pertanyaan ini ditanyakan membuat Mitsuki berhenti memegang tangan [Name], memotong bahan-bahan sayuran disana.&#xA;&#xA;&#34;Banyak laki-lakinya.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Oh, Mitsu takut aku oleng, ya?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Baik, malam ini kamu tidak perlu makan.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Kok gitu?!&#34;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Izumi Mitsuki × Reader.
<a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:IDOLiSH7" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">IDOLiSH7</span></a> Fanfiction.</p></blockquote>

<p><em>Day 28 of <a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:SimpTember" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">SimpTember</span></a> 2021.</em> </p>

<hr/>

<p>“Oi, [Name]. Jangan malas-malasan, bantu aku sini. Atau kau tak mau makan?”</p>

<p>“Astaga, Mitsu! Iya-iya aku bantu.”</p>

<p>Sosok lelaki yang menyuruh-nya itu, panggil saja Izumi Mitsuki. Beberapa orang mengenalinya sebagai Mitsuki.</p>

<p>Lantas, untuk dia yang menjawab adalah [Name] entah disebutkan ia kesal, ataupun lelah disuruh. Tak ada yang bisa memahami, kecuali dia sendiri.</p>

<p>“Cepat bantu sini, jangan main <em>ponsel</em> terus!”</p>

<p>Menunjuk ke arah sesuatu yang akan siap segera dilakukan sebuah kegiatan, yakni yang mereka lakukan adalah memasak.</p>

<p>“Aku salah apa main <em>ponsel</em>? <em>Toh</em>, aku juga belajar.”</p>

<p>Sebelum sesuatu mendarat di atas kepala, [Name] dengan siap menghindari serangan dadakan. Ya, itu memang sering terjadi.</p>

<p>“<em>Halah</em>, kalau belajar mana senyam-senyum mirip orang gila, ya. Sekarang coba masak sesuatu, biar kedepannya tidak merepotkan aku.”</p>

<p>“Maaf, tidak baik loh, mengatakan Istri sendiri orang gila.”</p>

<p>Oh, benar. Keduanya adalah pasangan suami istri. Aslinya mereka akur, namun karena sesuatu yang berhubungan dengan belakang, mau tak mau selalu berhadapan dengan keributan sekilas.</p>

<p>“Bukan menyindir, cuma mengingatkan. Heh, itu yang benar motongnya! Jangan asal-asalan, begini coba ....”</p>

<p>Tangan dipegang oleh Mitsuki, dengan kepala ia berada di samping kiri guna bisa melihat sesuatu yang dipegang.</p>

<p>Dengan mengarahkan pegangan tangan [Name]. Mulai memotong sayuran dengan lebih tenang, tidak ribut lagi yang terdengar.</p>

<p>“Pelan-pelan, jangan buru-buru. Yang makan nantinya juga kamu. Makanya, biasakan. Biar aku melakukan <em>live</em> dengan yang lainnya bisa tenang, kalau menginap di <em>dorm</em>.”</p>

<p>Tak ada lagi yang didengar dari percakapan malam, antara kedua insan ini.</p>

<p>“Oke, kalau begitu aku ikutan ke sana saja.”</p>

<p>“Yah, tidak bisa.”</p>

<p>“Kenapa?”</p>

<p>Tentu saja pertanyaan ini ditanyakan membuat Mitsuki berhenti memegang tangan [Name], memotong bahan-bahan sayuran disana.</p>

<p>“Banyak laki-lakinya.”</p>

<p>“Oh, Mitsu takut aku <em>oleng</em>, ya?”</p>

<p>“Baik, malam ini kamu tidak perlu makan.”</p>

<p><em>“Kok gitu?!”</em></p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://reeinshiyu.writeas.com/cooking</guid>
      <pubDate>Sat, 11 Jun 2022 11:42:12 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Dream.</title>
      <link>https://reeinshiyu.writeas.com/dream?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[  Kira Rintarou × Reader.&#xA;  #KenkaBanchou Fanfiction.&#xA;&#xA;Day 27 of #SimpTember 2021. !--more--&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;Mengusap wajah kasar, tak lagi mempercayai itu kenyataan ataukah bukan. Sempat ia memeriksa bagian tubuh-nya. Tak ada yang terjadi. Disanalah ia bernapas dengan lega.&#xA;&#xA;&#34;Rintarou-san, sudah bangun?&#34;&#xA;&#xA;Ah, ia tidak menyadari bahwa sudah tak lagi, berada di mana ia terlelap sementara. Menatap bingung, mengapa ia bisa berada disini.&#xA;&#xA;Disaat itu pun seorang gadis yang menanyakan hal tersebut, mengatakannya. &#34;Tadi dirimu dibawa sama teman-temanmu kemari,&#34; balas-nya mengerti apa yang ditanyakan, dan terlihat jelas dari raut mukanya.&#xA;&#xA;&#34;Sepertinya dirimu bermimpi buruk, apakah sesuatu yang buruk terjadi?&#34;&#xA;&#xA;Tak mendapatkan jawaban, segera ia berdiri dan beranjak keluar dari ruangan tersebut namun ditahan, hanya sayang malah tangan dia disentak.&#xA;&#xA;&#34;Jangan ikut campur.&#34;&#xA;&#xA;Dengan nada menekan, decihan terdengar. Sejujurnya tak ingin dia begitu dihadapan seorang gadis seperti ia, yang ada dihadapan.&#xA;&#xA;Ketimbang melontarkan kalimat-kalimat sarkas lainnya, yang malah berakhir lebih mirip umpatan secara langsung.&#xA;&#xA;&#34;Tenangkan dirimu, mimpi buruk ataupun mimpi indah hanyalah bunga tidur,&#34; balas gadis tersebut.&#xA;&#xA;Seolah melunak, tapi tetap saja memalingkan ke sembarang arah. Tak mau menatap walau, perkataan dari sang gadis adalah fakta.&#xA;&#xA;&#34;Ya, aku tahu itu.&#34;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Kira Rintarou × Reader.
<a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:KenkaBanchou" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">KenkaBanchou</span></a> Fanfiction.</p></blockquote>

<p><em>Day 27 of <a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:SimpTember" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">SimpTember</span></a> 2021.</em> </p>

<hr/>

<p>Mengusap wajah kasar, tak lagi mempercayai itu kenyataan ataukah bukan. Sempat ia memeriksa bagian tubuh-nya. Tak ada yang terjadi. Disanalah ia bernapas dengan lega.</p>

<p>“Rintarou-<em>san</em>, sudah bangun?”</p>

<p>Ah, ia tidak menyadari bahwa sudah tak lagi, berada di mana ia terlelap sementara. Menatap bingung, mengapa ia bisa berada disini.</p>

<p>Disaat itu pun seorang gadis yang menanyakan hal tersebut, mengatakannya. “Tadi dirimu dibawa sama teman-temanmu kemari,” balas-nya mengerti apa yang ditanyakan, dan terlihat jelas dari raut mukanya.</p>

<p>“Sepertinya dirimu bermimpi buruk, apakah sesuatu yang buruk terjadi?”</p>

<p>Tak mendapatkan jawaban, segera ia berdiri dan beranjak keluar dari ruangan tersebut namun ditahan, hanya sayang malah tangan dia disentak.</p>

<p>“Jangan ikut campur.”</p>

<p>Dengan nada menekan, decihan terdengar. Sejujurnya tak ingin dia begitu dihadapan seorang gadis seperti ia, yang ada dihadapan.</p>

<p>Ketimbang melontarkan kalimat-kalimat sarkas lainnya, yang malah berakhir lebih mirip umpatan secara langsung.</p>

<p>“Tenangkan dirimu, mimpi buruk ataupun mimpi indah hanyalah bunga tidur,” balas gadis tersebut.</p>

<p>Seolah melunak, tapi tetap saja memalingkan ke sembarang arah. Tak mau menatap walau, perkataan dari sang gadis adalah fakta.</p>

<p>“Ya, aku tahu itu.”</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://reeinshiyu.writeas.com/dream</guid>
      <pubDate>Sat, 11 Jun 2022 11:40:16 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Movie.</title>
      <link>https://reeinshiyu.writeas.com/movie?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[  Rokuya Nagi × Reader.&#xA;  #IDOLiSH7 Fanfiction.&#xA;&#xA;Day 26 of #SimpTember 2021. !--more--&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;&#34;What?!&#34;&#xA;&#xA;Teriakan terjadi di dalam dorm, membuat mreka yang mendengarnya langsung kaget. Seraya menjadikan beberapa diantara mereka bertanya balik, &#34;Ada apa, Nagi?&#34;&#xA;&#xA;Mereka berada di ruang tengah, jadi untuk masalah ini tampak meminta jawaban. Baru saja pemuda bersurai kuning itu mendapatkan suatu pemberitahuan dari notifikasi, &#34;Magical Cocona tayang bertepatan dengan kita live!&#34;&#xA;&#xA;Hal tersebut membuat yang memahami hal itu, hanya menggeleng-gelengkan kepala. Syukuri, mereka tak kaget berlebihan. Kalau berlebihan pertarungan yang ada. Tapi tidak untuk saat ini, mungkin.&#xA;&#xA;&#34;Yah setelah live, kau akan tetap menontonnya. Jadi kenapa kau malah khawatir seperti itu, Nagi?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Yamato, you don&#39;t understand it.&#34;&#xA;&#xA;Mendesah pelan, tidak habis pikir. Bagaimana salah satu member yang menjadi anggota unit maupun subunitnya, malah seperti ini?&#xA;&#xA;Ia akui, memang faktanya Rokuya Nagi adalah salah satu orang yang paling menggemari seri Magical Cocona. Bahkan kamar menjadi taruhan, tuk otaku seperti dirinya.&#xA;&#xA;&#34;Mmn, bagaimana jika Nagi-kun fokus saja dulu dengan live-nya, nanti dipikirkan lagi cara bisa melihatnya.&#34;&#xA;&#xA;Mengeluh, ia tidak tahu akan seperti itu. Kenapa jam tayang keduanya terlalu berdekatan? Mengangguk lemah, tidak dapat memikirkan sesuatu ide. Hal tersebut Sogo yang menjadi pengalihan topik kali ini.&#xA;&#xA;&#34;Nagi, tenanglah sedikit! Kau akan punya banyak waktu setelah live. Jadi pergunakanlah waktumu itu nanti, dengan menontonnya, huh?&#34;&#xA;&#xA;Mitsuki yang terlihat kesal dengan Nagi, ia melancarkan perkataannya. Memberi ketenangan sesaat pada kecemasan sosok lelaki yang sungguh menjadi budak cinta-nya anime.&#xA;&#xA;Iya, Magical Cocona yang ia maksud adalah episode anime terbaru-nya.&#xA;&#xA;Tapi itu adalah kejadian sebelum live mereka terjadi. Disini yang ingin terjadi adalah di mana Nagi mendebatkan tentang Magical Cocona setelah live diatas panggung.&#xA;&#xA;Tentu hal tersebut tak akan ia lupa &#39;kan.&#xA;&#xA;Sekarang ia telah selesai mengantri di suatu bioskop. Karena, bioskop yang menampilkan siaran episode anime kesukaannya itu.&#xA;&#xA;Tidak juga ramai, tidak juga sepi. Lumayan banyak anak-anak maupun gadis. Tenang dan sunyi hingga akhirnya pecah menjadi kesenangan berarti.&#xA;&#xA;&#34;Loh, Na-kun nonton juga?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Oh! [Name]~ of course.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Sudah berapa bulan semenjak itu? Aku lupa, tapi episode yang itu benar-benar membuatku menggila, astaga!&#34; ucap langsung dari [Name]. Hal tersebut membuat Nagi yang merespon cukup senang.&#xA;&#xA;Sudah lama ia bertemu dengan penyuka Magical Cocona seperti ia. Itu terjadi sewaktu keduanya berada pada kursi yang bersebelahan di dalam bioskop.&#xA;&#xA;&#34;Yes, aku paling menyukai eposide itu~&#34;&#xA;&#xA;&#34;Bagaimana karirmu, bisa dijalani dengan baik bukan? Tenang saja, aku selalu mendukung kalian.&#34;&#xA;&#xA;Perlu diketahui, hubungan keduanya masih tetap Idola dan Penggemarnya. Hanya karena mereka memiliki kesukaan yang sama, maka dari itulah menjadi dekat.&#xA;&#xA;&#34;Nothing to worry~ hubunganku dengan mereka baik-baik saja. Thank you, karena sudah mendukung, [Name].&#34;&#xA;&#xA;&#34;Wow, senang mendengarnya.&#34;&#xA;&#xA;Ponsel milik Nagi memberikan notifikasi pesan. Hal tersebut dari sang Manager, Tsumugi. Mau tak mau ia harus menyelesaikan topik pembicaraan kali ini.&#xA;&#xA;&#34;Oh sorry! Aku akan segera pergi sekarang, see you.&#34;&#xA;&#xA;Menatap punggung Nagi yang mulai menghilang, sebuah kalimat pun akhirnya dilontarkan,&#xA;&#xA;&#34;See you.&#34;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Rokuya Nagi × Reader.
<a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:IDOLiSH7" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">IDOLiSH7</span></a> Fanfiction.</p></blockquote>

<p><em>Day 26 of <a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:SimpTember" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">SimpTember</span></a> 2021.</em> </p>

<hr/>

<p><em>“What?!”</em></p>

<p>Teriakan terjadi di dalam dorm, membuat mreka yang mendengarnya langsung kaget. Seraya menjadikan beberapa diantara mereka bertanya balik, “Ada apa, Nagi?”</p>

<p>Mereka berada di ruang tengah, jadi untuk masalah ini tampak meminta jawaban. Baru saja pemuda bersurai kuning itu mendapatkan suatu pemberitahuan dari notifikasi, <em>“Magical Cocona</em> tayang bertepatan dengan kita <em>live!”</em></p>

<p>Hal tersebut membuat yang memahami hal itu, hanya menggeleng-gelengkan kepala. Syukuri, mereka tak kaget berlebihan. Kalau berlebihan pertarungan yang ada. Tapi tidak untuk saat ini, mungkin.</p>

<p>“Yah setelah <em>live</em>, kau akan tetap menontonnya. Jadi kenapa kau malah khawatir seperti itu, Nagi?”</p>

<p>“Yamato, <em>you don&#39;t understand it</em>.”</p>

<p>Mendesah pelan, tidak habis pikir. Bagaimana salah satu member yang menjadi anggota unit maupun <em>subunit</em>nya, malah seperti ini?</p>

<p>Ia akui, memang faktanya Rokuya Nagi adalah salah satu orang yang paling menggemari seri <em>Magical Cocona</em>. Bahkan kamar menjadi taruhan, tuk <em>otaku</em> seperti dirinya.</p>

<p>“<em>Mmn</em>, bagaimana jika Nagi-<em>kun</em> fokus saja dulu dengan <em>live</em>-nya, nanti dipikirkan lagi cara bisa melihatnya.”</p>

<p>Mengeluh, ia tidak tahu akan seperti itu. Kenapa jam tayang keduanya terlalu berdekatan? Mengangguk lemah, tidak dapat memikirkan sesuatu ide. Hal tersebut Sogo yang menjadi pengalihan topik kali ini.</p>

<p>“Nagi, tenanglah sedikit! Kau akan punya banyak waktu setelah <em>live</em>. Jadi pergunakanlah waktumu itu nanti, dengan menontonnya, <em>huh</em>?”</p>

<p>Mitsuki yang terlihat kesal dengan Nagi, ia melancarkan perkataannya. Memberi ketenangan sesaat pada kecemasan sosok lelaki yang sungguh menjadi budak cinta-nya anime.</p>

<p>Iya, <em>Magical Cocona</em> yang ia maksud adalah episode <em>anime</em> terbaru-nya.</p>

<p>Tapi itu adalah kejadian sebelum live mereka terjadi. Disini yang ingin terjadi adalah di mana Nagi mendebatkan tentang <em>Magical Cocona</em> setelah <em>live</em> diatas panggung.</p>

<p>Tentu hal tersebut tak akan ia lupa &#39;kan.</p>

<p>Sekarang ia telah selesai mengantri di suatu bioskop. Karena, bioskop yang menampilkan siaran episode <em>anime</em> kesukaannya itu.</p>

<p>Tidak juga ramai, tidak juga sepi. Lumayan banyak anak-anak maupun gadis. Tenang dan sunyi hingga akhirnya pecah menjadi kesenangan berarti.</p>

<p>“Loh, Na-<em>kun</em> nonton juga?”</p>

<p>“<em>Oh</em>! [Name]~ <em>of course.”</em></p>

<p>“Sudah berapa bulan semenjak itu? Aku lupa, tapi episode yang itu benar-benar membuatku menggila, astaga!” ucap langsung dari [Name]. Hal tersebut membuat Nagi yang merespon cukup senang.</p>

<p>Sudah lama ia bertemu dengan penyuka <em>Magical Cocona</em> seperti ia. Itu terjadi sewaktu keduanya berada pada kursi yang bersebelahan di dalam bioskop.</p>

<p>“<em>Yes</em>, aku paling menyukai eposide itu~”</p>

<p>“Bagaimana karirmu, bisa dijalani dengan baik bukan? Tenang saja, aku selalu mendukung kalian.”</p>

<p>Perlu diketahui, hubungan keduanya masih tetap Idola dan Penggemarnya. Hanya karena mereka memiliki kesukaan yang sama, maka dari itulah menjadi dekat.</p>

<p>“<em>Nothing to worry~</em> hubunganku dengan mereka baik-baik saja. <em>Thank you,</em> karena sudah mendukung, [Name].”</p>

<p>“<em>Wow</em>, senang mendengarnya.”</p>

<p>Ponsel milik Nagi memberikan notifikasi pesan. Hal tersebut dari sang <em>Manager</em>, Tsumugi. Mau tak mau ia harus menyelesaikan topik pembicaraan kali ini.</p>

<p>“<em>Oh sorry!</em> Aku akan segera pergi sekarang, <em>see you.”</em></p>

<p>Menatap punggung Nagi yang mulai menghilang, sebuah kalimat pun akhirnya dilontarkan,</p>

<p>“<em>See you</em>.”</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://reeinshiyu.writeas.com/movie</guid>
      <pubDate>Sat, 11 Jun 2022 11:38:02 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Holding Hand.</title>
      <link>https://reeinshiyu.writeas.com/holding-hand?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[  Suou × Reader.&#xA;  #KujiranoKorawaSajouniUtau Fanfiction.&#xA;&#xA;Day 25 of #SimpTember 2021. !--more--&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;&#34;Ya ampun, [Name]-san!&#34;&#xA;&#xA;Kaget, siapa yang tidak kaget bila ada yang menyerukan nama dan itu adalah namamu? Tentu saja kaget bukan? Semisal tidak kaget juga paling cuma menoleh, iya kan?&#xA;&#xA;Kurang lebih seperti itu yang dialami oleh seorang [Name], pemilik nama yang diserukan pria bersurai hijau muda. Berpegangan tangan guna membuat [Name] kembali berdiri.&#xA;&#xA;Benar dengan tidak elitnya, [Name] terjatuh akibat menyandung pasir. Benar wilayah Paus Lumpur, hanya berada disekitar banyaknya pasir mengelilingi. Memang tak jarang ada pasir yang berada di daratan.&#xA;&#xA;&#34;Ah, Suou-kun ... aku baik-baik saja.&#34;&#xA;&#xA;Berkata demikian, ia memang menerima tangan dari pria tadi, Suou. Mengulas senyum mereka, melempar tatapan setelahnya. Raut khawatir terlihat jelas pada wajah-nya Suou.&#xA;&#xA;Namun, setelah berbicara demikian Suou tersenyum lega. &#34;Suou-kun, tanganmu—&#34; tak sadar tapi, Suou memegang tangannya sedari tadi. Sontak ia melepaskan, bersamaan wajahnya memerah malu.&#xA;&#xA;&#34;Aahh, maafkan aku!&#34;&#xA;&#xA;Terkekeh pelan, terkadang ia pikir Suou memang sungguh baik hati. Dia juga merupakan seorang walikota yang lembut terhadap sesama. Selain itu, tidak menyukai adanya kekerasan. Semua juga cukup mengagumi sosoknya.&#xA;&#xA;&#34;Tidak masalah, tapi Suou-kun ... bagaimana dirimu bisa tahu, kalau aku tersandung tadi?&#34; tanya [Name].&#xA;&#xA;Ia pikir tak ada orang tadinya. Tapi kenapa tiba-tiba ada sosok Suou disini? Dirinya langsung bingung, apakah ringisan-nya terlalu nyaring tuk didengar seseorang ataukah Suou sekedar lewat?&#xA;&#xA;&#34;Kebetulan aku lewat sini, dan mendengar suaramu.&#34;&#xA;&#xA;Oh, tepat sasaran.]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Suou × Reader.
<a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:KujiranoKorawaSajouniUtau" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">KujiranoKorawaSajouniUtau</span></a> Fanfiction.</p></blockquote>

<p><em>Day 25 of <a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:SimpTember" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">SimpTember</span></a> 2021.</em> </p>

<hr/>

<p>“Ya ampun, [Name]-<em>san</em>!”</p>

<p>Kaget, siapa yang tidak kaget bila ada yang menyerukan nama dan itu adalah namamu? Tentu saja kaget bukan? Semisal tidak kaget juga paling cuma menoleh, iya kan?</p>

<p>Kurang lebih seperti itu yang dialami oleh seorang [Name], pemilik nama yang diserukan pria bersurai hijau muda. Berpegangan tangan guna membuat [Name] kembali berdiri.</p>

<p>Benar dengan tidak elitnya, [Name] terjatuh akibat menyandung pasir. Benar wilayah Paus Lumpur, hanya berada disekitar banyaknya pasir mengelilingi. Memang tak jarang ada pasir yang berada di daratan.</p>

<p>“Ah, Suou-<em>kun</em> ... aku baik-baik saja.”</p>

<p>Berkata demikian, ia memang menerima tangan dari pria tadi, Suou. Mengulas senyum mereka, melempar tatapan setelahnya. Raut khawatir terlihat jelas pada wajah-nya Suou.</p>

<p>Namun, setelah berbicara demikian Suou tersenyum lega. “Suou-<em>kun</em>, tanganmu—” tak sadar tapi, Suou memegang tangannya sedari tadi. Sontak ia melepaskan, bersamaan wajahnya memerah malu.</p>

<p>“<em>Aahh</em>, maafkan aku!”</p>

<p>Terkekeh pelan, terkadang ia pikir Suou memang sungguh baik hati. Dia juga merupakan seorang walikota yang lembut terhadap sesama. Selain itu, tidak menyukai adanya kekerasan. Semua juga cukup mengagumi sosoknya.</p>

<p>“Tidak masalah, tapi Suou-<em>kun</em> ... bagaimana dirimu bisa tahu, kalau aku tersandung tadi?” tanya [Name].</p>

<p>Ia pikir tak ada orang tadinya. Tapi kenapa tiba-tiba ada sosok Suou disini? Dirinya langsung bingung, apakah ringisan-nya terlalu nyaring tuk didengar seseorang ataukah Suou sekedar lewat?</p>

<p>“Kebetulan aku lewat sini, dan mendengar suaramu.”</p>

<p><em>Oh, tepat sasaran.</em></p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://reeinshiyu.writeas.com/holding-hand</guid>
      <pubDate>Sat, 11 Jun 2022 11:35:00 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Cloudy Day.</title>
      <link>https://reeinshiyu.writeas.com/cloudy-day?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[  Konparu Takayuki × Reader.&#xA;  #KenkaBanchou Fanfiction.&#xA;&#xA;Day 24 of #SimpTember 2021. !--more--&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;&#34;Wah, mau hujan.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Jangan menggerutu, ayo segera pulang.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tapi cuaca mendung indah, loh. Lebih sejuk,&#34; sahutnya tak mau menyingkirkan diri.&#xA;&#xA;Tak habis pikir dengan pemikiran sang gadis dihadapan, ia masih memikirkan mengapa keluarga gadis ini menitipkannya kepada dirinya.&#xA;&#xA;Sudah tahu bahwa memiliki banyak saudara, tetap saja ini namanya sesuatu yang merepotkan bila, mengurus semua itu segalanya.&#xA;&#xA;Mendecak pelan, ia benar-benar sedikit kesal dengan apa yang dilakukan oleh gadis ini, [Full Name].&#xA;&#xA;&#34;Takayuki, kalau tidak mau bisa pulang duluan.&#34; Terdengar lirih, namun aslinya berupa ajakan tuk mengusir dengan seringaian kecil diikuti.&#xA;&#xA;&#34;Tidak.&#34;&#xA;&#xA;&#34;... Kan katanya tidak mau.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Kau kalau dibiarkan pasti sampai hujan-hujanan, benar bukan?&#34; tebak Takayuki dan memanglah benar. Itu menusuk sekali bagi [Name].&#xA;&#xA;&#34;Tapi kan ...,&#34; ucapannya terpotong.&#xA;&#xA;&#34;Cuaca mendung, bukan berarti akan turun hujan, [Name].&#34;&#xA;&#xA;Mendengkus tak terima dengan kenyataan itu. Ia tetap akan setia menunggu, mau dibilang keras kepala memang kebenaran-nya.&#xA;&#xA;&#34;Aku akan menetap disini,&#34; ujarnya, mulai duduk di rerumputan.&#xA;&#xA;Mengacak-acak surai hijau milik nya, tak habis pikir tuk sekian kali. Bagaimana cara membujuk seorang [Name] yang suka sekali dengan cuaca mendung dan hujan turun?&#xA;&#xA;&#34;Baiklah, aku akan menenemaimu. Jangan berpikir macam-macam, aku hanya akan bertanggung jawab dengan kedua orang tuamu itu,&#34; jelas Takayuki panjang lebar. Hal itu membuat [Name] malah terkekeh.&#xA;&#xA;&#34;Malu tapi mau, ya.&#34;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Konparu Takayuki × Reader.
<a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:KenkaBanchou" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">KenkaBanchou</span></a> Fanfiction.</p></blockquote>

<p><em>Day 24 of <a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:SimpTember" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">SimpTember</span></a> 2021.</em> </p>

<hr/>

<p>“Wah, mau hujan.”</p>

<p>“Jangan menggerutu, ayo segera pulang.”</p>

<p>“Tapi cuaca mendung indah, loh. Lebih sejuk,” sahutnya tak mau menyingkirkan diri.</p>

<p>Tak habis pikir dengan pemikiran sang gadis dihadapan, ia masih memikirkan mengapa keluarga gadis ini menitipkannya kepada dirinya.</p>

<p>Sudah tahu bahwa memiliki banyak saudara, tetap saja ini namanya sesuatu yang merepotkan bila, mengurus semua itu segalanya.</p>

<p>Mendecak pelan, ia benar-benar sedikit kesal dengan apa yang dilakukan oleh gadis ini, [Full Name].</p>

<p>“Takayuki, kalau tidak mau bisa pulang duluan.” Terdengar lirih, namun aslinya berupa ajakan tuk mengusir dengan seringaian kecil diikuti.</p>

<p>“Tidak.”</p>

<p>”... Kan katanya tidak mau.”</p>

<p>“Kau kalau dibiarkan pasti sampai hujan-hujanan, benar bukan?” tebak Takayuki dan memanglah benar. Itu menusuk sekali bagi [Name].</p>

<p>“Tapi kan ...,” ucapannya terpotong.</p>

<p>“Cuaca mendung, bukan berarti akan turun hujan, [Name].”</p>

<p>Mendengkus tak terima dengan kenyataan itu. Ia tetap akan setia menunggu, mau dibilang keras kepala memang kebenaran-nya.</p>

<p>“Aku akan menetap disini,” ujarnya, mulai duduk di rerumputan.</p>

<p>Mengacak-acak surai hijau milik nya, tak habis pikir tuk sekian kali. Bagaimana cara membujuk seorang [Name] yang suka sekali dengan cuaca mendung dan hujan turun?</p>

<p>“Baiklah, aku akan menenemaimu. Jangan berpikir macam-macam, aku hanya akan bertanggung jawab dengan kedua orang tuamu itu,” jelas Takayuki panjang lebar. Hal itu membuat [Name] malah terkekeh.</p>

<p>“Malu tapi mau, ya.”</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://reeinshiyu.writeas.com/cloudy-day</guid>
      <pubDate>Sat, 11 Jun 2022 11:32:17 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Summer.</title>
      <link>https://reeinshiyu.writeas.com/summer?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[  Minowa Totomaru × Reader.&#xA;  #KenkaBanchou Fanfiction.&#xA;&#xA;Day 23 of #SimpTember 2021. !--more--&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;Musim panas biasanya identik dengan panas-nya matahari yang menjalar di sekitarnya, bukan? Inilah yang sedang terjadi sekarang. Seorang lelaki rambut pirang dengan ikat kepala khasnya, berwarna oranye, bila tak sekolah. Namanya juga liburan, &#39;kan.&#xA;&#xA;&#34;Totomaru!&#34; seru seseorang memanggil namanya, Minowa Totomaru.&#xA;&#xA;Terkesiap kaget, ia mulai menoleh ke arah siapa yang menyerukan namanya seperti itu. Dengan jelas dilihatnya seorang gadis. Ya, itu gadis yang tinggal sebelah rumahnya.&#xA;&#xA;&#34;Oi, [Name]. Kenapa kau berteriak seperti itu?&#34; celetuk Totomaru, mencoba menadapati apa yang menjadi tujuan sang gadis dihadapan ia.&#xA;&#xA;&#34;Jalan-jalan, yuk!&#34; ajaknya.&#xA;&#xA;&#34;Hah? Panas-panas kayak begini? Mau badanmu gosong atau bagaimana?&#34; sarkas Totomaru, dia tak terima berakhir mengingatkan.&#xA;&#xA;&#34;Ya tidak begitu! Memangnya, tidak mau apa jalan-jalan ke suatu tempat yang adem?&#34; tanya balik [Name]. Benar gadis itu bernama [Full Name], akrab dipanggil sebagai [Name].&#xA;&#xA;Masalah Totomaru yang seorang berandalan atau sekolahnya, ia tahu. Walau tak begitu bisa bertarung, [Name] tetap bersikeras bahwa Totomaru pernah menyelamatkan dirinya dulu.&#xA;&#xA;Itulah yang membuat mereka akhirnya kenal, nyatanya tetanggan. &#34;Loh, memang ada di tempat yang panas, begini?&#34; Totomaru tak mempercayainya.&#xA;&#xA;Memang ada tidak sih, tempat yang dingin sewaktu musim panas di luar ruangan? Sepertinya tidak. Sebelum akhirnya berkecamuk pada pikiran, tangan menarik pergelangan Totomaru.&#xA;&#xA;Berberapa jalanan terlangkahi, belum apa-apa sudah lelah. Jujur saja seharusnya ia tidak lari-lari. Mau apa dikata, tinggal beberapa langkah lagi.&#xA;&#xA;&#34;Nah ini, dingin &#39;kan?&#34; Menempelkan sesuatu ke pipi Totomaru, itu es krim.&#xA;&#xA;&#34;Astaga, [Name]!&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ini buatmu, hehe.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya ampun, mau berikan es krim saja harus lari-lari dulu. Lihat kan terengah-engah begitu.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Iya-iya, abaikan saja dan makan es krimnya.&#34;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Minowa Totomaru × Reader.
<a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:KenkaBanchou" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">KenkaBanchou</span></a> Fanfiction.</p></blockquote>

<p><em>Day 23 of <a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:SimpTember" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">SimpTember</span></a> 2021.</em> </p>

<hr/>

<p>Musim panas biasanya identik dengan panas-nya matahari yang menjalar di sekitarnya, bukan? Inilah yang sedang terjadi sekarang. Seorang lelaki rambut pirang dengan ikat kepala khasnya, berwarna oranye, bila tak sekolah. Namanya juga liburan, &#39;kan.</p>

<p>“Totomaru!” seru seseorang memanggil namanya, Minowa Totomaru.</p>

<p>Terkesiap kaget, ia mulai menoleh ke arah siapa yang menyerukan namanya seperti itu. Dengan jelas dilihatnya seorang gadis. Ya, itu gadis yang tinggal sebelah rumahnya.</p>

<p>“Oi, [Name]. Kenapa kau berteriak seperti itu?” celetuk Totomaru, mencoba menadapati apa yang menjadi tujuan sang gadis dihadapan ia.</p>

<p>“Jalan-jalan, yuk!” ajaknya.</p>

<p>“Hah? Panas-panas kayak begini? Mau badanmu gosong atau bagaimana?” sarkas Totomaru, dia tak terima berakhir mengingatkan.</p>

<p>“Ya tidak begitu! Memangnya, tidak mau apa jalan-jalan ke suatu tempat yang adem?” tanya balik [Name]. Benar gadis itu bernama [Full Name], akrab dipanggil sebagai [Name].</p>

<p>Masalah Totomaru yang seorang berandalan atau sekolahnya, ia tahu. Walau tak begitu bisa bertarung, [Name] tetap bersikeras bahwa Totomaru pernah menyelamatkan dirinya dulu.</p>

<p>Itulah yang membuat mereka akhirnya kenal, nyatanya tetanggan. “Loh, memang ada di tempat yang panas, begini?” Totomaru tak mempercayainya.</p>

<p>Memang ada tidak sih, tempat yang dingin sewaktu musim panas di luar ruangan? Sepertinya tidak. Sebelum akhirnya berkecamuk pada pikiran, tangan menarik pergelangan Totomaru.</p>

<p>Berberapa jalanan terlangkahi, belum apa-apa sudah lelah. Jujur saja seharusnya ia tidak lari-lari. Mau apa dikata, tinggal beberapa langkah lagi.</p>

<p>“Nah ini, dingin &#39;kan?” Menempelkan sesuatu ke pipi Totomaru, itu es krim.</p>

<p>“Astaga, [Name]!”</p>

<p>“Ini buatmu, hehe.”</p>

<p>“Ya ampun, mau berikan es krim saja harus lari-lari dulu. Lihat kan terengah-engah begitu.”</p>

<p>“Iya-iya, abaikan saja dan makan <em>es krim</em>nya.”</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://reeinshiyu.writeas.com/summer</guid>
      <pubDate>Sat, 11 Jun 2022 11:30:16 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Cuddle.</title>
      <link>https://reeinshiyu.writeas.com/cuddle?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[  Sakuma Ritsu × Reader.&#xA;  Day 22 of #SimpTember 2021.&#xA;&#xA;        written by @faudiaryza (Rein).&#xA;&#xA;  #FanfictionArchives.&#xA;  #EnsembleStars © Happy Elements K.K, David Production. !--more--&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;Manik semerah darah selalu menghiasi pandangannya. Dilihat figur yang begitu indah dalam manik sang empu. Senyuman terukir membentuk sesuatu yang lumayan menghanyutkan.&#xA;&#xA;Beranjak dari sofa, berjalan tanpa suara mendekati sang gadis yang sedang sibuk dengan peralatan memasak. Tangan kekar milik ia, memeluk pinggang ramping yang terkasih.&#xA;&#xA;Sesekali menghirup aroma khas yang paling disenanginya, selain satu orang itu. &#34;Ritsu, jangan ganggu aku.&#34; Tak menghiraukan perkataan dari sang istri. Sudah sewajarnya bagi pasangan seperti mereka ini.&#xA;&#xA;&#34;Tidak~&#34;&#xA;&#xA;Ucapan lemah terdengar begitu dekat dengan telinga, sesekali bergerak kecil tanda merinding. Bahwasannya tak pernah menolak, bila sudah berada dalam kondisi begini.&#xA;&#xA;&#34;Aku jadi tidak bisa memasak, bila dirimu terus memelukku seperti ini.&#34;&#xA;&#xA;Gerutuan yang mulai sekarang ia sukai, membuatnya mendekatkan bibir ke telinga. &#34;Aku menyukainya.&#34; Dengan gerakan pelan, mencoba membuat sang belahan jiwa menoleh ke arahnya.&#xA;&#xA;Mau tak mau, ketimbang memberontak yang ada bisa terluka. Tangan perempuan itu, tidak lagi memegang pisau. Diletakannya diatas sebuah telenan, guna menyudahi aktivitas-nya sesaat.&#xA;&#xA;Senyuman terukir pada wajah, begitu dia melihat sang suami. Seolah memiliki waktu sendiri tiada yang menganggu aktivitas mereka, didekapnya ia dalam pelukan. Sedikit kaget berakhir membalas.&#xA;&#xA;Tidak sadar bahwa kepala telah berada dibahu milik dia. Tangan pun menjalar menuju surai hitam yang begitu lembut, sewaktu dielus perlahan. Benar, keduanya menikmati waktu-waktu itu.&#xA;&#xA;&#34;Tetaplah seperti ini ... untukku.&#34;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Sakuma Ritsu × Reader.
Day 22 of <a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:SimpTember" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">SimpTember</span></a> 2021.</p></blockquote>

<p>        <em>written by <a href="https://twitter.com/faudiaryza" rel="nofollow">@faudiaryza</a> (Rein).</em></p>

<blockquote><p><a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:FanfictionArchives" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">FanfictionArchives</span></a>.
<a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:EnsembleStars" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">EnsembleStars</span></a> © Happy Elements K.K, David Production. </p></blockquote>

<hr/>

<p>Manik semerah darah selalu menghiasi pandangannya. Dilihat figur yang begitu indah dalam manik sang empu. Senyuman terukir membentuk sesuatu yang lumayan menghanyutkan.</p>

<p>Beranjak dari sofa, berjalan tanpa suara mendekati sang gadis yang sedang sibuk dengan peralatan memasak. Tangan kekar milik ia, memeluk pinggang ramping yang terkasih.</p>

<p>Sesekali menghirup aroma khas yang paling disenanginya, selain satu orang itu. “Ritsu, jangan ganggu aku.” Tak menghiraukan perkataan dari sang istri. Sudah sewajarnya bagi pasangan seperti mereka ini.</p>

<p>“Tidak~”</p>

<p>Ucapan lemah terdengar begitu dekat dengan telinga, sesekali bergerak kecil tanda merinding. Bahwasannya tak pernah menolak, bila sudah berada dalam kondisi begini.</p>

<p>“Aku jadi tidak bisa memasak, bila dirimu terus memelukku seperti ini.”</p>

<p>Gerutuan yang mulai sekarang ia sukai, membuatnya mendekatkan bibir ke telinga. “Aku menyukainya.” Dengan gerakan pelan, mencoba membuat sang belahan jiwa menoleh ke arahnya.</p>

<p>Mau tak mau, ketimbang memberontak yang ada bisa terluka. Tangan perempuan itu, tidak lagi memegang pisau. Diletakannya diatas sebuah telenan, guna menyudahi aktivitas-nya sesaat.</p>

<p>Senyuman terukir pada wajah, begitu dia melihat sang suami. Seolah memiliki waktu sendiri tiada yang menganggu aktivitas mereka, didekapnya ia dalam pelukan. Sedikit kaget berakhir membalas.</p>

<p>Tidak sadar bahwa kepala telah berada dibahu milik dia. Tangan pun menjalar menuju surai hitam yang begitu lembut, sewaktu dielus perlahan. Benar, keduanya menikmati waktu-waktu itu.</p>

<p>“Tetaplah seperti ini ... <em>untukku</em>.”</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://reeinshiyu.writeas.com/cuddle</guid>
      <pubDate>Sat, 11 Jun 2022 11:26:28 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Coffe.</title>
      <link>https://reeinshiyu.writeas.com/coffe?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[  Toraishi Izumi × Reader.&#xA;  #StarMyu Fanfiction.&#xA;&#xA;Day 21 of #SimpTember 2021. !--more--&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;&#34;Astaga, [Name]-chan!&#34;&#xA;&#xA;Menatap dari ekor mata mendapati sosok sang kekasih. Dengan tatapan biasa saja, ia malah kembali fokus pada tangan yang memegang ponsel. Belum lagi digoyangkan beberapa kali, tak mau menatap kemudian.&#xA;&#xA;Mendecak, ia tak mau diganggu. Raut kesal terlihat disana. Namun yang ia lihat berupa mimik khawatir, benar dia tahu bahwa figur dihadapan mengkhawatirkan dirinya.&#xA;&#xA;&#34;Jangan berteriak seperti itu, menyebalkan.&#34;&#xA;&#xA;Dengan suara terdengar lirih, tangan mengelus rambut [Name]. Untuk saat ini, sosok tersebut berada disampingnya. Telah duduk berada didekat ia. &#34;Astaga. Sudah berapa lama kamu seperti ini?&#34;&#xA;&#xA;Tiada jawaban terdengar sebelum akhirnya, gadis tersebut kembali merampas secangkir kopi yang biasa menjadi teman dikala seperti ini. &#34;Sudah semenjak itu,&#34; cicitnya.&#xA;&#xA;Tidak enak merupakan sesuatu yang dialami pria ini. Dia melupakan fakta hubungan ia dengan [Name] belum sampai ke sang Ibu. Bergelar status pasutri, akibat suatu kejadian tak terduga mereka diawal cukup tak bersahabat.&#xA;&#xA;Namun ternyata, inilah akhirnya. Fakta akan mencintai sosok yang telah kian lama pergi. Lagipula gadis itu sudah sendiri, berniat menemani tapi lelaki tersebut cukup was-was bila tak kembali.&#xA;&#xA;&#34;Kamu mulai menyukai ku?&#34;&#xA;&#xA;Baru saja ia menyesap kopi yang dia ambil, membuat tersedak setelahnya ketika mendengar ucapan wujud dihadapan.&#xA;&#xA;&#34;... Entahlah,&#34; gumam [Name].&#xA;&#xA;Dengan tangan sosok lelaki itu, Toraishi Izumi menepuk-nepuk pelan bagian belakang [Name]. Guna bisa membuat lebih baikan.&#xA;&#xA;&#34;[Name]-chan, jangan bilang seperti itu dong! Aku mengkhawatirkan kamu, lho. Oh ya, aku sudah memberitahukan hal ini kepada Ibu. Dia akan datang, mmm malam ini? Ah,&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hah?&#34;&#xA;&#xA;Belum selesai menyelesaikan ucapan, [Name] memotong percakapan dari Izumi. &#34;Tidak apa-apa, &#39;kan? Lagian, Ibu juga sudah diberitahu sama Shu. Itu menyebalkan, bahkan tak segan-segan tadi. Eh?&#34;&#xA;&#xA;Tangan menyentuh permukaan wajah milik Izumi, ekspresi kaget tercetak jelas bak printer yang mencetak gambar. &#34;Jadi ini ... bekas perkelahianmu, dengan Ibumu?&#34;&#xA;&#xA;Dia tak lagi menyesap kopi, dan kopi sudah berada ditangan Izumi. &#34;Begitulah,&#34; katanya seraya meminum kopi buatan [Name] yang tersisa. Berujung pukulan mendarat pada kaki.&#xA;&#xA;&#34;Kenapa kau malah meminumnya?!&#34;&#xA;&#xA;Dengan segala penekanan [Name] berteriak seperti itu. Syukur sedang tidak ada tetangga stay. Bisa bahaya bila terdengar seperti itu, walau sudah tahu hubungan keduanya ini.&#xA;&#xA;&#34;Sudah larut, tidak baik buatmu tuk terjaga. Ayo segera tidur.&#34;&#xA;&#xA;Mengabaikan pemberontakan dari [Name], Izumi menggendong tubuh gadis itu. Menuju ke kamar [Name]. Hanya terdengar decakan kesal yang terpasti dengan jelas.&#xA;&#xA;&#34;Kau kenapa tidur disini? Pergi sana!&#34;&#xA;&#xA;&#34;[Name]-chan, sudah aku bilang. Kita sudah menikah, jadi ini bukanlah masalah.&#34;&#xA;&#xA;Mengecup pelan helai milik [Name], untung saja posisi [Name] sedang membelakangi Izumi. Tidak bisa dibayangkan betapa memerahnya wajah ia sekarang.&#xA;&#xA;Tentu karena bisikan tadi, merasa geli akibat napas menyeruak masuk ke telinga. Sensasi hangat maupun sesuatu yang ia inginkan telah merasuki.&#xA;&#xA;&#34;Tidurlah, kalau tak bisa tidur besok aku akan seperti ini lagi. Masalah kopi aku sengaja,&#34; lirihnya diakhir malah terdengar jelas ditelinga [Name].&#xA;&#xA;Benar, hal itu menjadikan bahwa Izumi telah terhuyung ke dalam dunia mimpi. Sesekali menghirup harum yang berasal dari [Name]. Sebuah senyuman kecil tersedia diwajah.&#xA;&#xA;&#34;Kopi ku ....&#34;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Toraishi Izumi × Reader.
<a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:StarMyu" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">StarMyu</span></a> Fanfiction.</p></blockquote>

<p><em>Day 21 of <a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:SimpTember" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">SimpTember</span></a> 2021.</em> </p>

<hr/>

<p>“Astaga, [Name]-<em>chan</em>!”</p>

<p>Menatap dari ekor mata mendapati sosok sang kekasih. Dengan tatapan biasa saja, ia malah kembali fokus pada tangan yang memegang ponsel. Belum lagi digoyangkan beberapa kali, tak mau menatap kemudian.</p>

<p>Mendecak, ia tak mau diganggu. Raut kesal terlihat disana. Namun yang ia lihat berupa mimik khawatir, benar dia tahu bahwa figur dihadapan mengkhawatirkan dirinya.</p>

<p>“Jangan berteriak seperti itu, menyebalkan.”</p>

<p>Dengan suara terdengar lirih, tangan mengelus rambut [Name]. Untuk saat ini, sosok tersebut berada disampingnya. Telah duduk berada didekat ia. “Astaga. Sudah berapa lama kamu seperti ini?”</p>

<p>Tiada jawaban terdengar sebelum akhirnya, gadis tersebut kembali merampas secangkir kopi yang biasa menjadi teman dikala seperti ini. “Sudah semenjak itu,” cicitnya.</p>

<p>Tidak enak merupakan sesuatu yang dialami pria ini. Dia melupakan fakta hubungan ia dengan [Name] belum sampai ke sang Ibu. Bergelar status pasutri, akibat suatu kejadian tak terduga mereka diawal cukup tak bersahabat.</p>

<p>Namun ternyata, inilah akhirnya. Fakta akan mencintai sosok yang telah kian lama pergi. Lagipula gadis itu sudah sendiri, berniat menemani tapi lelaki tersebut cukup was-was bila tak kembali.</p>

<p>“Kamu mulai menyukai ku?”</p>

<p>Baru saja ia menyesap kopi yang dia ambil, membuat tersedak setelahnya ketika mendengar ucapan wujud dihadapan.</p>

<p>”... Entahlah,” gumam [Name].</p>

<p>Dengan tangan sosok lelaki itu, Toraishi Izumi menepuk-nepuk pelan bagian belakang [Name]. Guna bisa membuat lebih baikan.</p>

<p>“[Name]-<em>chan</em>, jangan bilang seperti itu dong! Aku mengkhawatirkan kamu, lho. Oh ya, aku sudah memberitahukan hal ini kepada Ibu. Dia akan datang, <em>mmm</em> malam ini? Ah,”</p>

<p>“Hah?”</p>

<p>Belum selesai menyelesaikan ucapan, [Name] memotong percakapan dari Izumi. “Tidak apa-apa, &#39;kan? Lagian, Ibu juga sudah diberitahu sama Shu. Itu menyebalkan, bahkan tak segan-segan tadi. Eh?”</p>

<p>Tangan menyentuh permukaan wajah milik Izumi, ekspresi kaget tercetak jelas bak printer yang mencetak gambar. “Jadi ini ... bekas perkelahianmu, dengan Ibumu?”</p>

<p>Dia tak lagi menyesap kopi, dan kopi sudah berada ditangan Izumi. “Begitulah,” katanya seraya meminum kopi buatan [Name] yang tersisa. Berujung pukulan mendarat pada kaki.</p>

<p>“Kenapa kau malah meminumnya?!”</p>

<p>Dengan segala penekanan [Name] berteriak seperti itu. Syukur sedang tidak ada tetangga <em>stay</em>. Bisa bahaya bila terdengar seperti itu, walau sudah tahu hubungan keduanya ini.</p>

<p>“Sudah larut, tidak baik buatmu tuk terjaga. Ayo segera tidur.”</p>

<p>Mengabaikan pemberontakan dari [Name], Izumi menggendong tubuh gadis itu. Menuju ke kamar [Name]. Hanya terdengar decakan kesal yang terpasti dengan jelas.</p>

<p>“Kau kenapa tidur disini? Pergi sana!”</p>

<p>“[Name]-<em>chan</em>, sudah aku bilang. Kita sudah menikah, jadi ini bukanlah masalah.”</p>

<p>Mengecup pelan helai milik [Name], untung saja posisi [Name] sedang membelakangi Izumi. Tidak bisa dibayangkan betapa memerahnya wajah ia sekarang.</p>

<p>Tentu karena bisikan tadi, merasa geli akibat napas menyeruak masuk ke telinga. Sensasi hangat maupun sesuatu yang ia inginkan telah merasuki.</p>

<p>“Tidurlah, kalau tak bisa tidur besok aku akan seperti ini lagi. Masalah kopi aku sengaja,” lirihnya diakhir malah terdengar jelas ditelinga [Name].</p>

<p>Benar, hal itu menjadikan bahwa Izumi telah terhuyung ke dalam dunia mimpi. Sesekali menghirup harum yang berasal dari [Name]. Sebuah senyuman kecil tersedia diwajah.</p>

<p>“<em>Kopi ku ....</em>“</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://reeinshiyu.writeas.com/coffe</guid>
      <pubDate>Sat, 11 Jun 2022 11:01:37 +0000</pubDate>
    </item>
  </channel>
</rss>