<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
  <channel>
    <title>shunao &amp;mdash; reeinshiyu</title>
    <link>https://reeinshiyu.writeas.com/tag:shunao</link>
    <description>Seluruh kisah yang dikhususkan kepada mereka yang berkenan untuk membacanya.</description>
    <pubDate>Thu, 14 May 2026 01:48:08 +0000</pubDate>
    <item>
      <title>Lukisan Hidup.</title>
      <link>https://reeinshiyu.writeas.com/lukisan-hidup?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[  Hishida Shunso × Chikei Naoko.&#xA;  #FaureYume; #ShuNao.&#xA;&#xA;   When alive, the painting begins to look alive.&#xA;        written by @dreamereein (Faure).&#xA;&#xA;  #FanfictionArchives; #Yumeships.&#xA;  #MeijiTokyoRenka © Broccoli, TMS Entertainment, LOVE&amp;ARTS, MAGES. !--more--&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;   Naoko sedari tadi menggerutu. Sudah beberapa kali ia berkata, &#34;Kau tak pernah sadar ya, itu lukisanmu bergerak terus.&#34;&#xA;&#xA;   Sang empu yang mendengar hanya mengabaikan. Mana ada lukisan yang hidup, ia cukup percaya itu. Bisa saja hal tersebut merupakan halusinasi semata?&#xA;&#xA;   Naoko pada akhirnya menjauh dari dia. Ya, memang benar kalau semenjak bertemu ya mereka, Naoko sudah terbiasa untuk menjaga jarak, ketika apapun terjadi.&#xA;&#xA;   Karena, dia sering kali merasakan saat diri berdekatan dengan laki-laki, ada sensasi yang membuat diri terganggu.&#xA;&#xA;   &#34;Dia tidak mengerti,&#34; gumam lelaki tersebut.&#xA;&#xA;   Kembali, laki-laki itu; Hishida Shunso, berkutat dengan lukisan miliknya. Meskipun ada keraguan tuk bisa menyelesaikan secepatnya. Ia akan berusaha.&#xA;&#xA;   &#34;Shunso-san, apa yang terjadi? Mengapa Naoko-san tiba-tiba mengomel seperti itu?&#34;&#xA;&#xA;   Seorang wanita lain datang menghampirinya. &#34;Entahlah, aku saja tidak mengerti pemikiran dirinya.&#34;&#xA;&#xA;   Ayazuki Mei, wanita itu hanya menghela napas. Tidak mendapatkan jawaban yang bagus, seolah dia sia-sia saja bertanya akan hal ini.&#xA;&#xA;   Tetapi, Mei tidak ambil pusing. Ia langsung mengucapkan permisi, setelah itu. Dengan alasan akan menyusul Naoko. Ya, setidaknya padamkan kekesalan Naoko dahulu, pikirnya.&#xA;&#xA;   &#34;Perempuan seperti mereka memang aneh, ya.&#34;&#xA;&#xA;   Shunso berucap demikian. Jujur saja, kalau perkataan Naoko memanglah kenyataan. Ia pernah melukis figur yang benar-benar hidup, namun setelahnya menghilang dan ditemukan oleh Mei yang bisa melihat sesuatu yang lain itu.&#xA;&#xA;   Rasanya, tidak tenang kalau ia perlu memikirkannya kembali. Kehidupan memang akan berjalan sesuai takdirnya. Kalau saja ada yang paham makna lukisannya. Mungkin dia akan bahgia.&#xA;&#xA;   Hanya saja, mungkin tiada orang seperti itu, selain dirinya.&#xA;&#xA;   End.]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Hishida Shunso × Chikei Naoko.
<a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:FaureYume" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">FaureYume</span></a>; <a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:ShuNao" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">ShuNao</span></a>.</p></blockquote>

<p>   <em>When alive, the painting begins to look alive.</em>
        <em>written by <a href="https://twitter.com/dreamereein" rel="nofollow">@dreamereein</a> (Faure).</em></p>

<blockquote><p><a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:FanfictionArchives" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">FanfictionArchives</span></a>; <a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:Yumeships" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">Yumeships</span></a>.
<a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:MeijiTokyoRenka" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">MeijiTokyoRenka</span></a> © Broccoli, TMS Entertainment, LOVE&amp;ARTS, MAGES. </p></blockquote>

<hr/>

<p>   Naoko sedari tadi menggerutu. Sudah beberapa kali ia berkata, <em>“Kau tak pernah sadar ya, itu lukisanmu bergerak terus.”</em></p>

<p>   Sang empu yang mendengar hanya mengabaikan. Mana ada lukisan yang hidup, ia cukup percaya itu. Bisa saja hal tersebut merupakan halusinasi semata?</p>

<p>   Naoko pada akhirnya menjauh dari dia. Ya, memang benar kalau semenjak bertemu ya mereka, Naoko sudah terbiasa untuk menjaga jarak, ketika apapun terjadi.</p>

<p>   Karena, dia sering kali merasakan saat diri berdekatan dengan laki-laki, ada sensasi yang membuat diri terganggu.</p>

<p>   “Dia tidak mengerti,” gumam lelaki tersebut.</p>

<p>   Kembali, laki-laki itu; Hishida Shunso, berkutat dengan lukisan miliknya. Meskipun ada keraguan tuk bisa menyelesaikan secepatnya. Ia akan berusaha.</p>

<p>   “Shunso-<em>san</em>, apa yang terjadi? Mengapa Naoko-san tiba-tiba mengomel seperti itu?”</p>

<p>   Seorang wanita lain datang menghampirinya. “Entahlah, aku saja tidak mengerti pemikiran dirinya.”</p>

<p>   Ayazuki Mei, wanita itu hanya menghela napas. Tidak mendapatkan jawaban yang bagus, seolah dia sia-sia saja bertanya akan hal ini.</p>

<p>   Tetapi, Mei tidak ambil pusing. Ia langsung mengucapkan permisi, setelah itu. Dengan alasan akan menyusul Naoko. Ya, setidaknya padamkan kekesalan Naoko dahulu, pikirnya.</p>

<p>   “Perempuan seperti mereka memang aneh, ya.”</p>

<p>   Shunso berucap demikian. Jujur saja, kalau perkataan Naoko memanglah kenyataan. Ia pernah melukis figur yang benar-benar hidup, namun setelahnya menghilang dan ditemukan oleh Mei yang bisa melihat sesuatu yang lain itu.</p>

<p>   Rasanya, tidak tenang kalau ia perlu memikirkannya kembali. Kehidupan memang akan berjalan sesuai takdirnya. Kalau saja ada yang paham makna lukisannya. Mungkin dia akan bahgia.</p>

<p>   <em>Hanya saja, mungkin tiada orang seperti itu, selain dirinya.</em></p>

<p>   <strong>End.</strong></p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://reeinshiyu.writeas.com/lukisan-hidup</guid>
      <pubDate>Sat, 15 Oct 2022 05:14:47 +0000</pubDate>
    </item>
  </channel>
</rss>