<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
  <channel>
    <title>marimenulis &amp;mdash; reeinshiyu</title>
    <link>https://reeinshiyu.writeas.com/tag:marimenulis</link>
    <description>Seluruh kisah yang dikhususkan kepada mereka yang berkenan untuk membacanya.</description>
    <pubDate>Thu, 14 May 2026 01:43:32 +0000</pubDate>
    <item>
      <title>Hug.</title>
      <link>https://reeinshiyu.writeas.com/hug?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[  Osaka Sogo × Reader.&#xA;  #IDOLiSH7 Fanfiction.&#xA;&#xA;Batch 9; Day 3 of #MariMenulis 2022. !--more--&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;Genggaman tangan hangat telah disalurkan ke tangannya dingin. &#34;Aku tahu hal ini berat bagimu, [Name]. Karena itu, apapun yang terjadi aku selalu berada sisimu,&#34; ujarnya menenangkan sang dara.&#xA;&#xA;Tangisan terdengar diseisi rumah yang sedang penuh duka itu. Banyak orang berkunjung tuk melayat. Fakta begitu pahit terdengar oleh sang puan, kala dia bekerja.&#xA;&#xA;Dengan segera meminta izin dengan tubuh yang gemetar, bisa kapan saja tumbang. Menjadikan seseorang mencoba ikut mendampinginya, setidaknya orang itu bisa menjadi penenang barang kali sejenak.&#xA;&#xA;Telah berlangsung proses menyedihkan, meskipun demikian waktu tetap menyulitkan untuk diri bangkit menjauh.&#xA;&#xA;Sang tuan, tak ingin membuat daranya semakin merasa terpuruk. Tidak ada hubungannya semua ini dengan pekerjaan, sebab dahulu ia pernah merasakan juga bagaimana rasanya kehilangan itu.&#xA;&#xA;Pelukan diberikan oleh orang tersayang bagi mereka, lelaki tersebut menatap semua itu seolah menjadikan diri nostalgia kembali. Hingga, sebuah suara kecil menyapu indera telinga.&#xA;&#xA;&#34;Osaka-san, bolehkah ..., aku memeluk dirimu?&#34;&#xA;&#xA;Terkejut. Ketika wanita itu berada di hadapannya, meminta sesuatu yang seperti tak akan pernah bisa dibayangkan oleh dia. &#34;Mmn, baiklah.&#34;&#xA;&#xA;Walau hati merasa tidak yakin akan apa yang diperbuatnya. Ia melakukannya. Osaka Sogo itu memeluk [Full Name] dalam dekapannya. ]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Osaka Sogo × Reader.
<a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:IDOLiSH7" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">IDOLiSH7</span></a> Fanfiction.</p></blockquote>

<p><em>Batch 9; Day 3 of <a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:MariMenulis" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">MariMenulis</span></a> 2022.</em> </p>

<hr/>

<p>Genggaman tangan hangat telah disalurkan ke tangannya dingin. “Aku tahu hal ini berat bagimu, [Name]. Karena itu, apapun yang terjadi aku selalu berada sisimu,” ujarnya menenangkan sang dara.</p>

<p>Tangisan terdengar diseisi rumah yang sedang penuh duka itu. Banyak orang berkunjung tuk melayat. Fakta begitu pahit terdengar oleh sang puan, kala dia bekerja.</p>

<p>Dengan segera meminta izin dengan tubuh yang gemetar, bisa kapan saja tumbang. Menjadikan seseorang mencoba ikut mendampinginya, setidaknya orang itu bisa menjadi penenang barang kali sejenak.</p>

<p>Telah berlangsung proses menyedihkan, meskipun demikian waktu tetap menyulitkan untuk diri bangkit menjauh.</p>

<p>Sang tuan, tak ingin membuat daranya semakin merasa terpuruk. Tidak ada hubungannya semua ini dengan pekerjaan, sebab dahulu ia pernah merasakan juga bagaimana rasanya kehilangan itu.</p>

<p>Pelukan diberikan oleh orang tersayang bagi mereka, lelaki tersebut menatap semua itu seolah menjadikan diri nostalgia kembali. Hingga, sebuah suara kecil menyapu indera telinga.</p>

<p>“Osaka-<em>san</em>, bolehkah ..., aku memeluk dirimu?”</p>

<p>Terkejut. Ketika wanita itu berada di hadapannya, meminta sesuatu yang seperti tak akan pernah bisa dibayangkan oleh dia. “Mmn, baiklah.”</p>

<p>Walau hati merasa tidak yakin akan apa yang diperbuatnya. Ia melakukannya. Osaka Sogo itu memeluk [Full Name] dalam dekapannya.</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://reeinshiyu.writeas.com/hug</guid>
      <pubDate>Mon, 26 Sep 2022 08:17:31 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Late.</title>
      <link>https://reeinshiyu.writeas.com/late?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[  Fushimi Yuzuru × Reader.&#xA;  Batch 9; Day 2 of #MariMenulis 2022.&#xA;&#xA;        written by @faudiaryza (Rein).&#xA;&#xA;  #FanfictionArchives.&#xA;  #EnsembleStars © Happy Elements K.K, David Production. !--more--&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;Dia duduk menunggu sosok yang mengajukan janji kepadanya. Sudah lewat beberapa menit dari jam pertemuan mereka, lantas pemikiran mulai kalut tentang apakah ada musibah yang terjadi?&#xA;&#xA;Segera menepis pemikiran negatif itu, ia mencoba menetralkan napasnya. Selayaknya biasa, dalam kondisi seperti ini diperlukanlah untuk ia tetap tenang.&#xA;&#xA;&#34;Ah, maafkan saya. Apakah saya terlambat?&#34; tutur kata halus itu, menyapu area pendengaran.&#xA;&#xA;Lekas manik fuchsia itu mulai menatap lekat dirinya, sembari mengutarakan senyum tipis disana. Ia berujar, &#34;Tidak masalah. Kalau diperbolehkan bertanya, apakah ada sesuatu kejadian yang menghambat?&#34;&#xA;&#xA;Gadis itu; [Full Name] tertunduk, seraya menganggukinya. Rupanya sesuai tebakan dari lelaki tersebut, Fushimi Yuzuru. Meskipun ia telah mengabari majikannya, tetap saja terbesit rasa khawatir akan hal yang menimpa kedepannya.&#xA;&#xA;Yuzuru berdiri. Mempersilakan [Name] untuk segera duduk di kursi yang ada didepannya. &#34;Duduklah terlebih dahulu,&#34; sahutnya. Walau canggung masih dapat ia rasakan, sudah sepantasnya ia memulai percakapan sekarang.&#xA;&#xA;&#34;Baiklah ..., apakah bisa kita bicarakan sekarang?&#34; tanya [Name], memberanikan diri.&#xA;&#xA;Namun, dering ponsel milik Yuzuru seketika berbunyi. Membuat pemiliknya lekas izin untuk mengangkatnya. Netra milik [Name] sempat menatap, kalau rupanya terdapat nama majikannya dia, Himemiya Tori.&#xA;&#xA;Tentu saja, [Name] mengizinkan. Ini pula juga balasan untuk dirinya yang terlambat. Sekaranglah giliran dia yang merasakan menunggu seseorang itu.&#xA;&#xA;Tak lama setelah percakapan dari ponsel berlangsung. Tidak disangka ada urusan yang membuat mereka harus membatalkan janji. [Name] hanya mengukir senyum simpul, seraya berkata, &#34;Tidak perlu dipermasalahkan. Saya paham pekerjaan Anda sekarang.&#34;&#xA;&#xA;Tidak tahu kenapa, malah terlihat merasa bersalah. &#34;Baiklah, kalau [Last Name]-san merasa tidak masalah. Saya pamit undur diri, permisi.&#34;&#xA;&#xA;Menatap lelaki tersebut dari kejauhan. Napasnya sedikit tercekat. Alhasil, dia pun tidak mengucapkan kalimat perpisahan maupun berjumpa kembali.&#xA;&#xA;Dipikir kembali [Name] memang mengetahui pekerjaan Yuzuru sebagai pelayannya Tori. Tentu saja ia menghargai hal tersebut. Bahkan, ia awalnya merasakan kalau tidak mungkin Tori akan memperbolehkan pelayannya berada jauh dari dirinya.&#xA;&#xA;Yuzuru pun tidak mengatakan apapun mengenai apa yang perlu dilakukannya, selain ia harus segera kembali sebab Tori membutuhkannya. Jujur saja, sedikit tidak biasa. Tetapi, mau apa dikata, [Name] tidak mempunyai hubungan lebih dengan mereka.&#xA;&#xA;Oh, sebentar. Rupanya ini merupakan perpisahan terakhir mereka. Karena, [Name] itu orangnya cukup lemah dan inilah penyebab kenapa ia bisa terlambat tadi.&#xA;&#xA;Napasnya kembali menjadi tidak beraturan, bahkan mungkin dia sedikit demi sedikit sulit bernapas. Padahal, kalau tampak luar ia masih kuat, malangnya tidak demikian.&#xA;&#xA;[Name] pula, seketika pingsan di tempat tersebut. Ia telah bisa dikatakan tidak mampu menyeimbangkan tubuh. Dia sekarang telah berada dikondisi yang paling parah.]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Fushimi Yuzuru × Reader.
Batch 9; Day 2 of <a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:MariMenulis" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">MariMenulis</span></a> 2022.</p></blockquote>

<p>        <em>written by <a href="https://twitter.com/faudiaryza" rel="nofollow">@faudiaryza</a> (Rein).</em></p>

<blockquote><p><a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:FanfictionArchives" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">FanfictionArchives</span></a>.
<a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:EnsembleStars" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">EnsembleStars</span></a> © Happy Elements K.K, David Production. </p></blockquote>

<hr/>

<p>Dia duduk menunggu sosok yang mengajukan janji kepadanya. Sudah lewat beberapa menit dari jam pertemuan mereka, lantas pemikiran mulai kalut tentang apakah ada musibah yang terjadi?</p>

<p>Segera menepis pemikiran negatif itu, ia mencoba menetralkan napasnya. Selayaknya biasa, dalam kondisi seperti ini diperlukanlah untuk ia tetap tenang.</p>

<p>“Ah, maafkan saya. Apakah saya terlambat?” tutur kata halus itu, menyapu area pendengaran.</p>

<p>Lekas manik fuchsia itu mulai menatap lekat dirinya, sembari mengutarakan senyum tipis disana. Ia berujar, “Tidak masalah. Kalau diperbolehkan bertanya, apakah ada sesuatu kejadian yang menghambat?”</p>

<p>Gadis itu; [Full Name] tertunduk, seraya menganggukinya. Rupanya sesuai tebakan dari lelaki tersebut, Fushimi Yuzuru. Meskipun ia telah mengabari majikannya, tetap saja terbesit rasa khawatir akan hal yang menimpa kedepannya.</p>

<p>Yuzuru berdiri. Mempersilakan [Name] untuk segera duduk di kursi yang ada didepannya. “Duduklah terlebih dahulu,” sahutnya. Walau canggung masih dapat ia rasakan, sudah sepantasnya ia memulai percakapan sekarang.</p>

<p>“Baiklah ..., apakah bisa kita bicarakan sekarang?” tanya [Name], memberanikan diri.</p>

<p>Namun, dering ponsel milik Yuzuru seketika berbunyi. Membuat pemiliknya lekas izin untuk mengangkatnya. Netra milik [Name] sempat menatap, kalau rupanya terdapat nama majikannya dia, Himemiya Tori.</p>

<p>Tentu saja, [Name] mengizinkan. Ini pula juga balasan untuk dirinya yang terlambat. Sekaranglah giliran dia yang merasakan menunggu seseorang itu.</p>

<p>Tak lama setelah percakapan dari ponsel berlangsung. Tidak disangka ada urusan yang membuat mereka harus membatalkan janji. [Name] hanya mengukir senyum simpul, seraya berkata, “Tidak perlu dipermasalahkan. Saya paham pekerjaan Anda sekarang.”</p>

<p>Tidak tahu kenapa, malah terlihat merasa bersalah. “Baiklah, kalau [Last Name]-<em>san</em> merasa tidak masalah. Saya pamit undur diri, permisi.”</p>

<p>Menatap lelaki tersebut dari kejauhan. Napasnya sedikit tercekat. Alhasil, dia pun tidak mengucapkan kalimat perpisahan maupun berjumpa kembali.</p>

<p>Dipikir kembali [Name] memang mengetahui pekerjaan Yuzuru sebagai pelayannya Tori. Tentu saja ia menghargai hal tersebut. Bahkan, ia awalnya merasakan kalau tidak mungkin Tori akan memperbolehkan pelayannya berada jauh dari dirinya.</p>

<p>Yuzuru pun tidak mengatakan apapun mengenai apa yang perlu dilakukannya, selain ia harus segera kembali sebab Tori membutuhkannya. Jujur saja, sedikit tidak biasa. Tetapi, mau apa dikata, [Name] tidak mempunyai hubungan lebih dengan mereka.</p>

<p>Oh, sebentar. Rupanya ini merupakan perpisahan terakhir mereka. Karena, [Name] itu orangnya cukup lemah dan inilah penyebab kenapa ia bisa terlambat tadi.</p>

<p>Napasnya kembali menjadi tidak beraturan, bahkan mungkin dia sedikit demi sedikit sulit bernapas. Padahal, kalau tampak luar ia masih kuat, malangnya tidak demikian.</p>

<p>[Name] pula, seketika pingsan di tempat tersebut. Ia telah bisa dikatakan tidak mampu menyeimbangkan tubuh. Dia sekarang telah berada dikondisi yang paling parah.</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://reeinshiyu.writeas.com/late</guid>
      <pubDate>Sun, 25 Sep 2022 08:10:03 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Insomnia.</title>
      <link>https://reeinshiyu.writeas.com/insomnia?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[  Tsukigami Kaito × Reader.&#xA;  #StarMyu Fanfiction.&#xA;&#xA;Batch 9; Day 1 of #MariMenulis 2022. !--more--&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;&#34;Ini jam tiga pagi.&#34;&#xA;&#xA;Tak mampu berkata apa lagi, setelah fakta yang keluar dari lantunan mulut dia. &#34;Mungkinkah kau sekarang tidak bisa tertidur?&#34; Tsukigami Kaito kini menatapnya.&#xA;&#xA;Masih tanpa sepatah kata, ia mengangguki hal tersebut. &#34;Ya ampun? Kau tahu, besok masih ada kegiatan sekolah.&#34;&#xA;&#xA;Membuang wajah, topik itu hal yang paling ingin dijauhinya. Kaito menghela napas panjang karena dia. &#34;[Last Name], bisakah kau tidak melakukan hal itu sekali saja?&#34;&#xA;&#xA;Kalau dipikir kembali, rupanya ia telah melakukan hal seperti ini setiap kali. Entah apa yang menyebabkan dia tidak bisa tertidur hari ini juga.&#xA;&#xA;Tetapi, Kaito juga masih terjaga. Lantaran, ada apa dengan dirinya atau dia juga sama seperti ia?&#xA;&#xA;&#34;Aku baru selesai mengerjakan pekerjaanku, setelah ini barulah aku akan tidur. Aku tahu kau sedang menerka-nerka, apakah aku juga tidak bisa tidur sepertimu.&#34;&#xA;&#xA;Tersentak kaget. [Full Name] sedari tadi tak banyak berbicara, hanya reaksi-reaksi kecil yang diperlihatkan.&#xA;&#xA;Namun, pada akhirnya ia mengutarakan kalimat, &#34;Oh? Maaf, karena telah mengganggu waktu tidurmu. Jadi, selamat malam, Tsukigami-san.&#34;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Tsukigami Kaito × Reader.
<a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:StarMyu" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">StarMyu</span></a> Fanfiction.</p></blockquote>

<p><em>Batch 9; Day 1 of <a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:MariMenulis" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">MariMenulis</span></a> 2022.</em> </p>

<hr/>

<p>“Ini jam tiga pagi.”</p>

<p>Tak mampu berkata apa lagi, setelah fakta yang keluar dari lantunan mulut dia. “Mungkinkah kau sekarang tidak bisa tertidur?” Tsukigami Kaito kini menatapnya.</p>

<p>Masih tanpa sepatah kata, ia mengangguki hal tersebut. “Ya ampun? Kau tahu, besok masih ada kegiatan sekolah.”</p>

<p>Membuang wajah, topik itu hal yang paling ingin dijauhinya. Kaito menghela napas panjang karena dia. “[Last Name], bisakah kau tidak melakukan hal itu sekali saja?”</p>

<p>Kalau dipikir kembali, rupanya ia telah melakukan hal seperti ini setiap kali. Entah apa yang menyebabkan dia tidak bisa tertidur hari ini juga.</p>

<p>Tetapi, Kaito juga masih terjaga. Lantaran, ada apa dengan dirinya atau dia juga sama seperti ia?</p>

<p>“Aku baru selesai mengerjakan pekerjaanku, setelah ini barulah aku akan tidur. Aku tahu kau sedang menerka-nerka, apakah aku juga tidak bisa tidur sepertimu.”</p>

<p>Tersentak kaget. [Full Name] sedari tadi tak banyak berbicara, hanya reaksi-reaksi kecil yang diperlihatkan.</p>

<p>Namun, pada akhirnya ia mengutarakan kalimat, “Oh? Maaf, karena telah mengganggu waktu tidurmu. Jadi, selamat malam, Tsukigami-<em>san</em>.”</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://reeinshiyu.writeas.com/insomnia</guid>
      <pubDate>Sun, 25 Sep 2022 01:39:16 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Memasak.</title>
      <link>https://reeinshiyu.writeas.com/memasak?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[  Original Fiction.&#xA;&#xA;Batch 8; Day 7 of #MariMenulis 2022. !--more--&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;Rutinitas harian dari si kembar Hizafa. Mereka mulai menyiapkan hari dengan memasak makanan. Namun, berhubung hari libur rupanya belum ada satupun yang bersedia memasak makanan.&#xA;&#xA;Katanya sih, terlalu awal. Bukankah, awal itu cukup bagus? Hah, baiklah. Mereka masih ingin bergelut dalam selimut saking nyamannya.&#xA;&#xA;Memang benar, melepas lelah setelah beraktivitas penuh menjadikan tubuh cukup pegal. Tetapi kondisi tubuh pun harus tetap dijaga. Oleh karena itu, mereka biasa memutuskan siapa yang akan memasak makanan. Ya, secara bergilir.&#xA;&#xA;Kebetulan juga, jika mereka berdua pandai memasak. Terlebih memasak makanan untuk saudarinya sendiri. Sudah menjadi keterampilan baru. Meskipun demikian, tak selalu masakan dibuat sendiri-sendiri.&#xA;&#xA;Pada akhirnya, saat ini mereka mulai memutuskan untuk memasak bersama di dalam sebuah apartemen yang mereka biayai dengan hasil kerja keras sendiri.&#xA;&#xA;Setelah kejadian di masa lalu. Mereka tak ingin ada pekerjaan yang bisa memisahkan mereka k