<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
  <channel>
    <title>KenkaBanchou &amp;mdash; reeinshiyu</title>
    <link>https://reeinshiyu.writeas.com/tag:KenkaBanchou</link>
    <description>Seluruh kisah yang dikhususkan kepada mereka yang berkenan untuk membacanya.</description>
    <pubDate>Thu, 14 May 2026 02:15:28 +0000</pubDate>
    <item>
      <title>Dream.</title>
      <link>https://reeinshiyu.writeas.com/dream?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[  Kira Rintarou × Reader.&#xA;  #KenkaBanchou Fanfiction.&#xA;&#xA;Day 27 of #SimpTember 2021. !--more--&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;Mengusap wajah kasar, tak lagi mempercayai itu kenyataan ataukah bukan. Sempat ia memeriksa bagian tubuh-nya. Tak ada yang terjadi. Disanalah ia bernapas dengan lega.&#xA;&#xA;&#34;Rintarou-san, sudah bangun?&#34;&#xA;&#xA;Ah, ia tidak menyadari bahwa sudah tak lagi, berada di mana ia terlelap sementara. Menatap bingung, mengapa ia bisa berada disini.&#xA;&#xA;Disaat itu pun seorang gadis yang menanyakan hal tersebut, mengatakannya. &#34;Tadi dirimu dibawa sama teman-temanmu kemari,&#34; balas-nya mengerti apa yang ditanyakan, dan terlihat jelas dari raut mukanya.&#xA;&#xA;&#34;Sepertinya dirimu bermimpi buruk, apakah sesuatu yang buruk terjadi?&#34;&#xA;&#xA;Tak mendapatkan jawaban, segera ia berdiri dan beranjak keluar dari ruangan tersebut namun ditahan, hanya sayang malah tangan dia disentak.&#xA;&#xA;&#34;Jangan ikut campur.&#34;&#xA;&#xA;Dengan nada menekan, decihan terdengar. Sejujurnya tak ingin dia begitu dihadapan seorang gadis seperti ia, yang ada dihadapan.&#xA;&#xA;Ketimbang melontarkan kalimat-kalimat sarkas lainnya, yang malah berakhir lebih mirip umpatan secara langsung.&#xA;&#xA;&#34;Tenangkan dirimu, mimpi buruk ataupun mimpi indah hanyalah bunga tidur,&#34; balas gadis tersebut.&#xA;&#xA;Seolah melunak, tapi tetap saja memalingkan ke sembarang arah. Tak mau menatap walau, perkataan dari sang gadis adalah fakta.&#xA;&#xA;&#34;Ya, aku tahu itu.&#34;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Kira Rintarou × Reader.
<a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:KenkaBanchou" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">KenkaBanchou</span></a> Fanfiction.</p></blockquote>

<p><em>Day 27 of <a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:SimpTember" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">SimpTember</span></a> 2021.</em> </p>

<hr/>

<p>Mengusap wajah kasar, tak lagi mempercayai itu kenyataan ataukah bukan. Sempat ia memeriksa bagian tubuh-nya. Tak ada yang terjadi. Disanalah ia bernapas dengan lega.</p>

<p>“Rintarou-<em>san</em>, sudah bangun?”</p>

<p>Ah, ia tidak menyadari bahwa sudah tak lagi, berada di mana ia terlelap sementara. Menatap bingung, mengapa ia bisa berada disini.</p>

<p>Disaat itu pun seorang gadis yang menanyakan hal tersebut, mengatakannya. “Tadi dirimu dibawa sama teman-temanmu kemari,” balas-nya mengerti apa yang ditanyakan, dan terlihat jelas dari raut mukanya.</p>

<p>“Sepertinya dirimu bermimpi buruk, apakah sesuatu yang buruk terjadi?”</p>

<p>Tak mendapatkan jawaban, segera ia berdiri dan beranjak keluar dari ruangan tersebut namun ditahan, hanya sayang malah tangan dia disentak.</p>

<p>“Jangan ikut campur.”</p>

<p>Dengan nada menekan, decihan terdengar. Sejujurnya tak ingin dia begitu dihadapan seorang gadis seperti ia, yang ada dihadapan.</p>

<p>Ketimbang melontarkan kalimat-kalimat sarkas lainnya, yang malah berakhir lebih mirip umpatan secara langsung.</p>

<p>“Tenangkan dirimu, mimpi buruk ataupun mimpi indah hanyalah bunga tidur,” balas gadis tersebut.</p>

<p>Seolah melunak, tapi tetap saja memalingkan ke sembarang arah. Tak mau menatap walau, perkataan dari sang gadis adalah fakta.</p>

<p>“Ya, aku tahu itu.”</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://reeinshiyu.writeas.com/dream</guid>
      <pubDate>Sat, 11 Jun 2022 11:40:16 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Cloudy Day.</title>
      <link>https://reeinshiyu.writeas.com/cloudy-day?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[  Konparu Takayuki × Reader.&#xA;  #KenkaBanchou Fanfiction.&#xA;&#xA;Day 24 of #SimpTember 2021. !--more--&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;&#34;Wah, mau hujan.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Jangan menggerutu, ayo segera pulang.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tapi cuaca mendung indah, loh. Lebih sejuk,&#34; sahutnya tak mau menyingkirkan diri.&#xA;&#xA;Tak habis pikir dengan pemikiran sang gadis dihadapan, ia masih memikirkan mengapa keluarga gadis ini menitipkannya kepada dirinya.&#xA;&#xA;Sudah tahu bahwa memiliki banyak saudara, tetap saja ini namanya sesuatu yang merepotkan bila, mengurus semua itu segalanya.&#xA;&#xA;Mendecak pelan, ia benar-benar sedikit kesal dengan apa yang dilakukan oleh gadis ini, [Full Name].&#xA;&#xA;&#34;Takayuki, kalau tidak mau bisa pulang duluan.&#34; Terdengar lirih, namun aslinya berupa ajakan tuk mengusir dengan seringaian kecil diikuti.&#xA;&#xA;&#34;Tidak.&#34;&#xA;&#xA;&#34;... Kan katanya tidak mau.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Kau kalau dibiarkan pasti sampai hujan-hujanan, benar bukan?&#34; tebak Takayuki dan memanglah benar. Itu menusuk sekali bagi [Name].&#xA;&#xA;&#34;Tapi kan ...,&#34; ucapannya terpotong.&#xA;&#xA;&#34;Cuaca mendung, bukan berarti akan turun hujan, [Name].&#34;&#xA;&#xA;Mendengkus tak terima dengan kenyataan itu. Ia tetap akan setia menunggu, mau dibilang keras kepala memang kebenaran-nya.&#xA;&#xA;&#34;Aku akan menetap disini,&#34; ujarnya, mulai duduk di rerumputan.&#xA;&#xA;Mengacak-acak surai hijau milik nya, tak habis pikir tuk sekian kali. Bagaimana cara membujuk seorang [Name] yang suka sekali dengan cuaca mendung dan hujan turun?&#xA;&#xA;&#34;Baiklah, aku akan menenemaimu. Jangan berpikir macam-macam, aku hanya akan bertanggung jawab dengan kedua orang tuamu itu,&#34; jelas Takayuki panjang lebar. Hal itu membuat [Name] malah terkekeh.&#xA;&#xA;&#34;Malu tapi mau, ya.&#34;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Konparu Takayuki × Reader.
<a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:KenkaBanchou" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">KenkaBanchou</span></a> Fanfiction.</p></blockquote>

<p><em>Day 24 of <a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:SimpTember" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">SimpTember</span></a> 2021.</em> </p>

<hr/>

<p>“Wah, mau hujan.”</p>

<p>“Jangan menggerutu, ayo segera pulang.”</p>

<p>“Tapi cuaca mendung indah, loh. Lebih sejuk,” sahutnya tak mau menyingkirkan diri.</p>

<p>Tak habis pikir dengan pemikiran sang gadis dihadapan, ia masih memikirkan mengapa keluarga gadis ini menitipkannya kepada dirinya.</p>

<p>Sudah tahu bahwa memiliki banyak saudara, tetap saja ini namanya sesuatu yang merepotkan bila, mengurus semua itu segalanya.</p>

<p>Mendecak pelan, ia benar-benar sedikit kesal dengan apa yang dilakukan oleh gadis ini, [Full Name].</p>

<p>“Takayuki, kalau tidak mau bisa pulang duluan.” Terdengar lirih, namun aslinya berupa ajakan tuk mengusir dengan seringaian kecil diikuti.</p>

<p>“Tidak.”</p>

<p>”... Kan katanya tidak mau.”</p>

<p>“Kau kalau dibiarkan pasti sampai hujan-hujanan, benar bukan?” tebak Takayuki dan memanglah benar. Itu menusuk sekali bagi [Name].</p>

<p>“Tapi kan ...,” ucapannya terpotong.</p>

<p>“Cuaca mendung, bukan berarti akan turun hujan, [Name].”</p>

<p>Mendengkus tak terima dengan kenyataan itu. Ia tetap akan setia menunggu, mau dibilang keras kepala memang kebenaran-nya.</p>

<p>“Aku akan menetap disini,” ujarnya, mulai duduk di rerumputan.</p>

<p>Mengacak-acak surai hijau milik nya, tak habis pikir tuk sekian kali. Bagaimana cara membujuk seorang [Name] yang suka sekali dengan cuaca mendung dan hujan turun?</p>

<p>“Baiklah, aku akan menenemaimu. Jangan berpikir macam-macam, aku hanya akan bertanggung jawab dengan kedua orang tuamu itu,” jelas Takayuki panjang lebar. Hal itu membuat [Name] malah terkekeh.</p>

<p>“Malu tapi mau, ya.”</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://reeinshiyu.writeas.com/cloudy-day</guid>
      <pubDate>Sat, 11 Jun 2022 11:32:17 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Summer.</title>
      <link>https://reeinshiyu.writeas.com/summer?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[  Minowa Totomaru × Reader.&#xA;  #KenkaBanchou Fanfiction.&#xA;&#xA;Day 23 of #SimpTember 2021. !--more--&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;Musim panas biasanya identik dengan panas-nya matahari yang menjalar di sekitarnya, bukan? Inilah yang sedang terjadi sekarang. Seorang lelaki rambut pirang dengan ikat kepala khasnya, berwarna oranye, bila tak sekolah. Namanya juga liburan, &#39;kan.&#xA;&#xA;&#34;Totomaru!&#34; seru seseorang memanggil namanya, Minowa Totomaru.&#xA;&#xA;Terkesiap kaget, ia mulai menoleh ke arah siapa yang menyerukan namanya seperti itu. Dengan jelas dilihatnya seorang gadis. Ya, itu gadis yang tinggal sebelah rumahnya.&#xA;&#xA;&#34;Oi, [Name]. Kenapa kau berteriak seperti itu?&#34; celetuk Totomaru, mencoba menadapati apa yang menjadi tujuan sang gadis dihadapan ia.&#xA;&#xA;&#34;Jalan-jalan, yuk!&#34; ajaknya.&#xA;&#xA;&#34;Hah? Panas-panas kayak begini? Mau badanmu gosong atau bagaimana?&#34; sarkas Totomaru, dia tak terima berakhir mengingatkan.&#xA;&#xA;&#34;Ya tidak begitu! Memangnya, tidak mau apa jalan-jalan ke suatu tempat yang adem?&#34; tanya balik [Name]. Benar gadis itu bernama [Full Name], akrab dipanggil sebagai [Name].&#xA;&#xA;Masalah Totomaru yang seorang berandalan atau sekolahnya, ia tahu. Walau tak begitu bisa bertarung, [Name] tetap bersikeras bahwa Totomaru pernah menyelamatkan dirinya dulu.&#xA;&#xA;Itulah yang membuat mereka akhirnya kenal, nyatanya tetanggan. &#34;Loh, memang ada di tempat yang panas, begini?&#34; Totomaru tak mempercayainya.&#xA;&#xA;Memang ada tidak sih, tempat yang dingin sewaktu musim panas di luar ruangan? Sepertinya tidak. Sebelum akhirnya berkecamuk pada pikiran, tangan menarik pergelangan Totomaru.&#xA;&#xA;Berberapa jalanan terlangkahi, belum apa-apa sudah lelah. Jujur saja seharusnya ia tidak lari-lari. Mau apa dikata, tinggal beberapa langkah lagi.&#xA;&#xA;&#34;Nah ini, dingin &#39;kan?&#34; Menempelkan sesuatu ke pipi Totomaru, itu es krim.&#xA;&#xA;&#34;Astaga, [Name]!&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ini buatmu, hehe.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya ampun, mau berikan es krim saja harus lari-lari dulu. Lihat kan terengah-engah begitu.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Iya-iya, abaikan saja dan makan es krimnya.&#34;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Minowa Totomaru × Reader.
<a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:KenkaBanchou" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">KenkaBanchou</span></a> Fanfiction.</p></blockquote>

<p><em>Day 23 of <a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:SimpTember" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">SimpTember</span></a> 2021.</em> </p>

<hr/>

<p>Musim panas biasanya identik dengan panas-nya matahari yang menjalar di sekitarnya, bukan? Inilah yang sedang terjadi sekarang. Seorang lelaki rambut pirang dengan ikat kepala khasnya, berwarna oranye, bila tak sekolah. Namanya juga liburan, &#39;kan.</p>

<p>“Totomaru!” seru seseorang memanggil namanya, Minowa Totomaru.</p>

<p>Terkesiap kaget, ia mulai menoleh ke arah siapa yang menyerukan namanya seperti itu. Dengan jelas dilihatnya seorang gadis. Ya, itu gadis yang tinggal sebelah rumahnya.</p>

<p>“Oi, [Name]. Kenapa kau berteriak seperti itu?” celetuk Totomaru, mencoba menadapati apa yang menjadi tujuan sang gadis dihadapan ia.</p>

<p>“Jalan-jalan, yuk!” ajaknya.</p>

<p>“Hah? Panas-panas kayak begini? Mau badanmu gosong atau bagaimana?” sarkas Totomaru, dia tak terima berakhir mengingatkan.</p>

<p>“Ya tidak begitu! Memangnya, tidak mau apa jalan-jalan ke suatu tempat yang adem?” tanya balik [Name]. Benar gadis itu bernama [Full Name], akrab dipanggil sebagai [Name].</p>

<p>Masalah Totomaru yang seorang berandalan atau sekolahnya, ia tahu. Walau tak begitu bisa bertarung, [Name] tetap bersikeras bahwa Totomaru pernah menyelamatkan dirinya dulu.</p>

<p>Itulah yang membuat mereka akhirnya kenal, nyatanya tetanggan. “Loh, memang ada di tempat yang panas, begini?” Totomaru tak mempercayainya.</p>

<p>Memang ada tidak sih, tempat yang dingin sewaktu musim panas di luar ruangan? Sepertinya tidak. Sebelum akhirnya berkecamuk pada pikiran, tangan menarik pergelangan Totomaru.</p>

<p>Berberapa jalanan terlangkahi, belum apa-apa sudah lelah. Jujur saja seharusnya ia tidak lari-lari. Mau apa dikata, tinggal beberapa langkah lagi.</p>

<p>“Nah ini, dingin &#39;kan?” Menempelkan sesuatu ke pipi Totomaru, itu es krim.</p>

<p>“Astaga, [Name]!”</p>

<p>“Ini buatmu, hehe.”</p>

<p>“Ya ampun, mau berikan es krim saja harus lari-lari dulu. Lihat kan terengah-engah begitu.”</p>

<p>“Iya-iya, abaikan saja dan makan <em>es krim</em>nya.”</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://reeinshiyu.writeas.com/summer</guid>
      <pubDate>Sat, 11 Jun 2022 11:30:16 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Amusement Park.</title>
      <link>https://reeinshiyu.writeas.com/amusement-park?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[  Mirako Yuta × Reader.&#xA;  #KenkaBanchou Fanfiction.&#xA;&#xA;Day 11 of #SimpTember 2021. !--more--&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;Siapa yang tidak kenal siswa tahun kedua yang bernama Mirako Yuta? Semua mengenalinya dengan sifat sombong yang sudah mendarah daging, namun malah sirna begitu seseorang tak mengenali ia kebalikan dari sifatnya. Seseorang tersebut adalah [Full Name].&#xA;&#xA;Dengan tampang seperti bersahabat, tentu saja memungkinkan untuk salah mengira juga bukan? Inilah kisah [Name] diawal pertemuannya dengan Mirako yang nyatanya merupakan Idola-nya.&#xA;&#xA;Oh? Benar saja. Tidak mengubah beberapa fakta, Mirako adalah seorang Idola. Selain merupakan seorang siswa dia juga adalah Idola. Seorang berandalan seperti ia, cukup kuat untuk memerintah sekolah, menolak melakukan hal tersebut.&#xA;&#xA;Terlepas dari kata berandalan, aslinya ada bagian dalam dirinya yang tidak boleh dimasuki siapa pun. Menyembunyikan kesan dengan tampangnya yang seperti itu, kerap kali menjadi kesalahan tersendiri.&#xA;&#xA;Di suatu sore, Mirako mengajak [Name] ke suatu tempat. Tempat itu berupa taman hiburan, entah mengapa arahnya menjadi kesana, itu adalah saran [Name]. Sebenarnya, Mirako ingin mengajak [Name] ke tempat lain.&#xA;&#xA;Mau tak mau, selagi image nya tak hancur didepan gadis yang masih menganggap ia ramah musti harus turun tangan. Aslinya ia tak ingin melakukan hal tersebut. Apalagi berhubungan dengan taman hiburan, akan ada sesuatu yang terjadi.&#xA;&#xA;Paling parah semisal ada yang melihat ia bersama gadis. Walau kenyataan memang ingin jalan-jalan tapi, gengsi nya itu kayak nolak orang. Hitung-hitung dikatai sombong, termasuk juga menjadi bagian dirinya.&#xA;&#xA;&#34;Mirako-san?&#34;&#xA;&#xA;Mendengar nama dipanggil, lamunan seketika buyar. Tak seperti orang-orang yang datang ke taman hiburan, gayanya saja sudah seperti cacing kepanasan. Risih dengan sekitar namun, perlu menahan.&#xA;&#xA;Walau dia tak mau menahan diri, tapi semisal ada yang berakhir dengan luka tak mau juga. Bisa-bisa penjara taruhannya, biarlah hanya sekolah ia yang menjadikan sistem itu dan dianggap keren sesaat.&#xA;&#xA;Pada dasarnya, sistem tersebut ada cukup aneh. Untuk berandalan sewaktu sekolah menengah, siapa yang tidak tergiur dengan kesempatan menguasai sekolah? Tentu saja yang terkuatlah yang mengatur sekolah.&#xA;&#xA;&#34;Hm, ada apa [Name]?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Dirimu melamun, apa terjadi sesuatu? Atau ada sesuatu yang menganggumu?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Hanya perasaanmu, sungguh.&#34;&#xA;&#xA;Lelaki bersurai ungu bertirai yang dibelah ke samping, dengan manik bewarna violet mengambangkan senyuman tipis disana. Biasanya akan membuat perempuan menggila, sebaliknya gadis dihadapan ia,&#xA;&#xA;&#34;Begitu ya, semisal Mirako-san ada keperluan tidak apa-apa.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tentu saja, aku tidak bermaksud untuk itu.&#34;&#xA;&#xA;Keheningan menerpa keduanya sesaat diantara keramaian seperti ini terdengar suara yang tidak asing bagi sosok Mirako sendiri, dan mendengar suara tersebut dengan nama dirinya.&#xA;&#xA;&#34;Mirako-senpai?&#34;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Mirako Yuta × Reader.
<a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:KenkaBanchou" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">KenkaBanchou</span></a> Fanfiction.</p></blockquote>

<p><em>Day 11 of <a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:SimpTember" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">SimpTember</span></a> 2021.</em> </p>

<hr/>

<p>Siapa yang tidak kenal siswa tahun kedua yang bernama Mirako Yuta? Semua mengenalinya dengan sifat sombong yang sudah mendarah daging, namun malah sirna begitu seseorang tak mengenali ia kebalikan dari sifatnya. Seseorang tersebut adalah [Full Name].</p>

<p>Dengan tampang seperti bersahabat, tentu saja memungkinkan untuk salah mengira juga bukan? Inilah kisah [Name] diawal pertemuannya dengan Mirako yang nyatanya merupakan Idola-nya.</p>

<p>Oh? Benar saja. Tidak mengubah beberapa fakta, Mirako adalah seorang Idola. Selain merupakan seorang siswa dia juga adalah Idola. Seorang berandalan seperti ia, cukup kuat untuk memerintah sekolah, menolak melakukan hal tersebut.</p>

<p>Terlepas dari kata berandalan, aslinya ada bagian dalam dirinya yang tidak boleh dimasuki siapa pun. Menyembunyikan kesan dengan tampangnya yang seperti itu, kerap kali menjadi kesalahan tersendiri.</p>

<p>Di suatu sore, Mirako mengajak [Name] ke suatu tempat. Tempat itu berupa taman hiburan, entah mengapa arahnya menjadi kesana, itu adalah saran [Name]. Sebenarnya, Mirako ingin mengajak [Name] ke tempat lain.</p>

<p>Mau tak mau, selagi image nya tak hancur didepan gadis yang masih menganggap ia ramah musti harus turun tangan. Aslinya ia tak ingin melakukan hal tersebut. Apalagi berhubungan dengan taman hiburan, akan ada sesuatu yang terjadi.</p>

<p>Paling parah semisal ada yang melihat ia bersama gadis. Walau kenyataan memang ingin jalan-jalan tapi, gengsi nya itu kayak nolak orang. Hitung-hitung dikatai sombong, termasuk juga menjadi bagian dirinya.</p>

<p>“Mirako-<em>san</em>?”</p>

<p>Mendengar nama dipanggil, lamunan seketika buyar. Tak seperti orang-orang yang datang ke taman hiburan, gayanya saja sudah seperti cacing kepanasan. Risih dengan sekitar namun, perlu menahan.</p>

<p>Walau dia tak mau menahan diri, tapi semisal ada yang berakhir dengan luka tak mau juga. Bisa-bisa penjara taruhannya, biarlah hanya sekolah ia yang menjadikan sistem itu dan dianggap keren sesaat.</p>

<p>Pada dasarnya, sistem tersebut ada cukup aneh. Untuk berandalan sewaktu sekolah menengah, siapa yang tidak tergiur dengan kesempatan menguasai sekolah? Tentu saja yang terkuatlah yang mengatur sekolah.</p>

<p>“Hm, ada apa [Name]?”</p>

<p>“Dirimu melamun, apa terjadi sesuatu? Atau ada sesuatu yang menganggumu?”</p>

<p>“Hanya perasaanmu, sungguh.”</p>

<p>Lelaki bersurai ungu bertirai yang dibelah ke samping, dengan manik bewarna violet mengambangkan senyuman tipis disana. Biasanya akan membuat perempuan menggila, sebaliknya gadis dihadapan ia,</p>

<p>“Begitu ya, semisal Mirako-<em>san</em> ada keperluan tidak apa-apa.”</p>

<p>“Tentu saja, aku tidak bermaksud untuk itu.”</p>

<p>Keheningan menerpa keduanya sesaat diantara keramaian seperti ini terdengar suara yang tidak asing bagi sosok Mirako sendiri, dan mendengar suara tersebut dengan nama dirinya.</p>

<p>“Mirako-<em>senpai</em>?”</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://reeinshiyu.writeas.com/amusement-park</guid>
      <pubDate>Sat, 11 Jun 2022 10:14:38 +0000</pubDate>
    </item>
  </channel>
</rss>