<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
  <channel>
    <title>JujutsuKaisen &amp;mdash; reeinshiyu</title>
    <link>https://reeinshiyu.writeas.com/tag:JujutsuKaisen</link>
    <description>Seluruh kisah yang dikhususkan kepada mereka yang berkenan untuk membacanya.</description>
    <pubDate>Thu, 14 May 2026 01:02:25 +0000</pubDate>
    <item>
      <title>Artworks.</title>
      <link>https://reeinshiyu.writeas.com/artworks?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[  Fushiguro Megumi × Kai.&#xA;  #FaureGift; #FushiKai.&#xA;&#xA;   Don&#39;t compare anything with anyone else.&#xA;        written by @dreamereein (Faure).&#xA;&#xA;  #FanfictionArchives; #Yumeships.&#xA;  #JujutsuKaisen © Gege Akutami. !--more--&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;   Tampak gelisah, kini ia menatap kembali karya seni yang telah selesai dikerjakan. Ia merasa bahwa karya seni miliknya itu, tak ada apa-apanya dibandingkan orang lain yang lebih berbakat.&#xA;&#xA;   Hingga, ketukan pintu sedikit menggerakan hatinya untuk bergerak membuka. &#34;Eh, Gumi?&#34; sapanya.&#xA;&#xA;   Tak benar-benar menyapa, hanya sekedar memastikan. Dia yang disebutkan namanya mengangguk pelan.&#xA;&#xA;   &#34;Iya, ini aku.&#34;&#xA;&#xA;   Usai setelah perbincangan sebentar itu, sang dara mulai kembali berkutat pada meja yang ada hasil dari karya seni kerjaannya.&#xA;&#xA;   &#34;Gumi, coba lihat hasil karya seniku, bagus gak?&#34; ujarnya, mulai memperlihatkan karya seni dihadapan sang puan, yang baru saja duduk itu.&#xA;&#xA;   Melirik ke arah lukisannya sang kekasih, ia tampak mengukir senyum tipis. &#34;Bagus, kok.&#34; Ucapan yang menjadi semangat untuk wanitanya, hanya terjadi sebentar.&#xA;&#xA;   Kai, namanya. Ia kembali gelisah. Padahal sudah diberikan dukungan dari sang kekasih. &#34;Tapi, karya seniku itu nggak sebagus punya orang diluaran sana. Gumi gimana, sih?&#34;&#xA;&#xA;   Ah, salahkah seorang Fushiguro Megumi mengatakan hal benar?&#xA;&#xA;   Sejujurnya, ia benar-benar menyukai apapun karya seni yang dibuat oleh Kai seorang. Meskipun, wanitanya ini mulai mengeluhkan hal yang sama seperti demikian.&#xA;&#xA;   &#34;Itu benar lukisanmu, kan?&#34;&#xA;&#xA;   Bukannya tidak yakin, ia hanya mencoba memastikan terlebih dahulu. Apakah wanitanya ini mengakui hal tersebut?&#xA;&#xA;   Dan, luar biasa. Kai menganggukinya. &#34;Iya dong, ga mungkin juga kalau ini punya orang lain. Nih buktinya,&#34; balas Kai seraya memperlihatkan bekas cat di atas mejanya. Setidaknya, sebagai bukti ia menunjukannya.&#xA;&#xA;   Lekas, Megumi menepuk kepalanya. &#34;Nah, kalau begitu. Sudah paham kan, apa yang aku maksudkan?&#34; Namun, Kai tak langsung paham begitu saja.&#xA;&#xA;   Megumi yang paham mulai mengatakan, &#34;Ini lukisanmu, ini karyamu. Jadi, jangan bandingkan sama karya buatan yang lainnya.&#34;&#xA;&#xA;   Kai sedikit tertegun. Ia tak menyangka. Selain Megumi berkata lebih panjang, kini berdiri dan mengelus pucuk rambutnya, menyemangati.&#xA;&#xA;   &#34;Baiklah. Aku mengerti,&#34; kata Kai mulai sedikit merona. Karena tak mampu menahan rasa bahagianya, ketika mendapatkan dukungan seperti ini, terlebih dari sang kekasih.&#xA;&#xA;   End.&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;  Note!&#xA;  Kai belongs to @pafutachi from Twitter for Writing Gift.]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Fushiguro Megumi × Kai.
<a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:FaureGift" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">FaureGift</span></a>; <a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:FushiKai" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">FushiKai</span></a>.</p></blockquote>

<p>   <em>Don&#39;t compare anything with anyone else.</em>
        <em>written by <a href="https://twitter.com/dreamereein" rel="nofollow">@dreamereein</a> (Faure).</em></p>

<blockquote><p><a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:FanfictionArchives" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">FanfictionArchives</span></a>; <a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:Yumeships" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">Yumeships</span></a>.
<a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:JujutsuKaisen" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">JujutsuKaisen</span></a> © Gege Akutami. </p></blockquote>

<hr/>

<p>   Tampak gelisah, kini ia menatap kembali karya seni yang telah selesai dikerjakan. Ia merasa bahwa karya seni miliknya itu, tak ada apa-apanya dibandingkan orang lain yang lebih berbakat.</p>

<p>   Hingga, ketukan pintu sedikit menggerakan hatinya untuk bergerak membuka. “Eh, Gumi?” sapanya.</p>

<p>   Tak benar-benar menyapa, hanya sekedar memastikan. Dia yang disebutkan namanya mengangguk pelan.</p>

<p>   “Iya, ini aku.”</p>

<p>   Usai setelah perbincangan sebentar itu, sang dara mulai kembali berkutat pada meja yang ada hasil dari karya seni kerjaannya.</p>

<p>   “Gumi, coba lihat hasil karya seniku, bagus gak?” ujarnya, mulai memperlihatkan karya seni dihadapan sang puan, yang baru saja duduk itu.</p>

<p>   Melirik ke arah lukisannya sang kekasih, ia tampak mengukir senyum tipis. “Bagus, kok.” Ucapan yang menjadi semangat untuk wanitanya, hanya terjadi sebentar.</p>

<p>   Kai, namanya. Ia kembali gelisah. Padahal sudah diberikan dukungan dari sang kekasih. “Tapi, karya seniku itu nggak sebagus punya orang diluaran sana. Gumi gimana, sih?”</p>

<p>   <em>Ah,</em> salahkah seorang Fushiguro Megumi mengatakan hal benar?</p>

<p>   Sejujurnya, ia benar-benar menyukai apapun karya seni yang dibuat oleh Kai seorang. Meskipun, wanitanya ini mulai mengeluhkan hal yang sama seperti demikian.</p>

<p>   “Itu benar lukisanmu, kan?”</p>

<p>   Bukannya tidak yakin, ia hanya mencoba memastikan terlebih dahulu. Apakah wanitanya ini mengakui hal tersebut?</p>

<p>   Dan, luar biasa. Kai menganggukinya. “Iya dong, ga mungkin juga kalau ini punya orang lain. Nih buktinya,” balas Kai seraya memperlihatkan bekas cat di atas mejanya. Setidaknya, sebagai bukti ia menunjukannya.</p>

<p>   Lekas, Megumi menepuk kepalanya. “Nah, kalau begitu. Sudah paham kan, apa yang aku maksudkan?” Namun, Kai tak langsung paham begitu saja.</p>

<p>   Megumi yang paham mulai mengatakan, “Ini lukisanmu, ini karyamu. Jadi, jangan bandingkan sama karya buatan yang lainnya.”</p>

<p>   Kai sedikit tertegun. Ia tak menyangka. Selain Megumi berkata lebih panjang, kini berdiri dan mengelus pucuk rambutnya, menyemangati.</p>

<p>   “Baiklah. Aku mengerti,” kata Kai mulai sedikit merona. Karena tak mampu menahan rasa bahagianya, ketika mendapatkan dukungan seperti ini, terlebih dari sang kekasih.</p>

<p>   <strong>End.</strong></p>

<hr/>

<blockquote><p>Note!
Kai belongs to <a href="https://twitter.com/pafutachi" rel="nofollow">@pafutachi</a> from Twitter for Writing Gift.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
      <guid>https://reeinshiyu.writeas.com/artworks</guid>
      <pubDate>Sun, 21 Aug 2022 00:50:29 +0000</pubDate>
    </item>
  </channel>
</rss>