<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
  <channel>
    <title>7dayswritingchallenge &amp;mdash; reeinshiyu</title>
    <link>https://reeinshiyu.writeas.com/tag:7dayswritingchallenge</link>
    <description>Seluruh kisah yang dikhususkan kepada mereka yang berkenan untuk membacanya.</description>
    <pubDate>Thu, 14 May 2026 00:55:00 +0000</pubDate>
    <item>
      <title>Mistakes.</title>
      <link>https://reeinshiyu.writeas.com/day-7?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[  Original Fiction.&#xA;&#xA;Day 7 of #7dayswritingchallenge 2021. !--more--&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;&#34;Seharusnya dia itu sudah mati, kau tau?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Sungguh malang kekasihnya.&#34;&#xA;&#xA;Tangan menepuk bahu, mengabaikan suara tuduhan-tuduhan tersebut. Mulai mengabaikan semua, berpaling ke dia yang menepuk bahunya. Ialah yang selalu ada semenjak hari itu.&#xA;&#xA;&#34;Manusia seperti mereka, tak perlu didengarkan.&#34;&#xA;&#xA;Gigi atas menggigit bibir bawah, menahan kepedihan atas segala kesalahan yang telah diperbuat oleh mantan kekasihnya. Yang sesuai dikata, kenyataan telah lenyap dari dunia.&#xA;&#xA;Bahkan keseharian bersama dengan sosok yang selalu menghantui pandangan, memori tak mau menghilang. Sesekali mendesah pelan, langkah kaki beradu dengan jalanan. Sebuah senyum simpul diukir, tangan sengaja mengelus surai milik dia.&#xA;&#xA;&#34;Kakakku dulu tidak pernah seperti ini, lho.&#34;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Original Fiction.</p></blockquote>

<p><em>Day 7 of <a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:7dayswritingchallenge" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">7dayswritingchallenge</span></a> 2021.</em> </p>

<hr/>

<p><em>“Seharusnya dia itu sudah mati, kau tau?”</em></p>

<p><em>“Sungguh malang kekasihnya.”</em></p>

<p>Tangan menepuk bahu, mengabaikan suara tuduhan-tuduhan tersebut. Mulai mengabaikan semua, berpaling ke dia yang menepuk bahunya. Ialah yang selalu ada semenjak <em>hari itu</em>.</p>

<p>“Manusia seperti <em>mereka</em>, tak perlu didengarkan.”</p>

<p>Gigi atas menggigit bibir bawah, menahan kepedihan atas segala kesalahan yang telah diperbuat oleh <em>mantan kekasihnya</em>. Yang sesuai dikata, kenyataan telah lenyap dari dunia.</p>

<p>Bahkan keseharian bersama dengan sosok yang selalu menghantui pandangan, memori tak mau menghilang. Sesekali mendesah pelan, langkah kaki beradu dengan jalanan. Sebuah senyum simpul diukir, tangan sengaja mengelus surai milik dia.</p>

<p>“Kakakku dulu tidak pernah seperti ini, lho.”</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://reeinshiyu.writeas.com/day-7</guid>
      <pubDate>Sat, 19 Mar 2022 13:55:11 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Midnight.</title>
      <link>https://reeinshiyu.writeas.com/day-6?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[  Original Fiction.&#xA;&#xA;Day 6 of #7dayswritingchallenge 2021. !--more--&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;Suara langkah kaki dari seorang pria itu, bak gempa yang siap meluluh-lantakan sekitar. Dengan hawa yang begitu mencekam, tengah malam menjadi seolah mengerikan bagi yang membayangkan, namun tak mampu setia. &#xA;&#xA;Tangan sengaja meraba-raba wajah, dipikirkan kelak malah berubah sebagai trauma. Sungguh hal tersebut, mengusik diri yang berusaha tidur nyenyak malam ini.&#xA;&#xA;Bahkan ia bisa mendengar suara-suara aneh, walau kelopak mata memaksakan untuk menutup, dan tak melihat apapun.&#xA;&#xA;Benar, mencoba tidak memikirkan macam-macam kemudian segera terlelap. Hasil suara-suara aneh, bermula pada pintu yang terkunci dari dalam.&#xA;&#xA;Memaksa terbuka dengan benda lainnya, sosok dari balik pintu mulai membuka pintu. Dengan suara derit yang secara tidak elitnya mirip dobrakan ringan.&#xA;&#xA;&#34;Kalau tidak tidur, jangan sok-sokan dikunci! Mimpi buruk lagi &#39;kan, jadinya.&#34;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Original Fiction.</p></blockquote>

<p><em>Day 6 of <a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:7dayswritingchallenge" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">7dayswritingchallenge</span></a> 2021.</em> </p>

<hr/>

<p>Suara langkah kaki dari seorang pria itu, bak gempa yang siap meluluh-lantakan sekitar. Dengan hawa yang begitu mencekam, tengah malam menjadi seolah mengerikan bagi yang membayangkan, namun tak mampu setia.</p>

<p>Tangan sengaja meraba-raba wajah, dipikirkan kelak malah berubah sebagai trauma. Sungguh hal tersebut, mengusik diri yang berusaha tidur nyenyak malam ini.</p>

<p>Bahkan ia bisa mendengar suara-suara aneh, walau kelopak mata memaksakan untuk menutup, dan tak melihat apapun.</p>

<p>Benar, mencoba tidak memikirkan macam-macam kemudian segera terlelap. Hasil suara-suara aneh, bermula pada pintu yang terkunci dari dalam.</p>

<p>Memaksa terbuka dengan benda lainnya, sosok dari balik pintu mulai membuka pintu. Dengan suara derit yang secara tidak elitnya mirip dobrakan ringan.</p>

<p>“Kalau tidak tidur, jangan sok-sokan dikunci! Mimpi buruk <em>lagi</em> &#39;kan, jadinya.”</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://reeinshiyu.writeas.com/day-6</guid>
      <pubDate>Sat, 19 Mar 2022 13:54:02 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>A Love Letter.</title>
      <link>https://reeinshiyu.writeas.com/day-5?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[  Original Fiction.&#xA;&#xA;Day 5 of #7dayswritingchallenge 2021. !--more--&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;&#34;He~ ternyata kau akan menulis surat cinta?&#34;&#xA;&#xA;Sudah lama semenjak surat-surat yang pernah disimpan itu, tak lagi dibuka. Sampai perkataan dia malah terngiang, dikepala kecilnya.&#xA;&#xA;Kata-kata yang dituliskan pada surat tersebut, adalah surat tak terbalaskan. Akibat terlalu banyak membuang waktu tuk bisa, mengantarkan pada tujuan.&#xA;&#xA;&#34;Kupikir dirimu sudah tidak menyimpannya,&#34; ujar seseorang membuat diri tersentak kaget, langsung menatap siapa yang berkata.&#xA;&#xA;&#34;Astaga! Santai sedikit, ayolah.&#34;&#xA;&#xA;Tidak. Suara menyeru tersebut, tidak berasal dari sosok yang berkata, melainkan figur yang sedari tadi membaca surat cinta yang telah lama. Akibat perkataan seakan membuat jantung tak lagi ditempat, ia melempar sesuatu tepat disamping figur dihadapan.&#xA;&#xA;&#34;Tidak bisa, jika itu bersama dengan dirimu.&#34;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Original Fiction.</p></blockquote>

<p><em>Day 5 of <a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:7dayswritingchallenge" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">7dayswritingchallenge</span></a> 2021.</em> </p>

<hr/>

<p><em>“He~ ternyata kau akan menulis surat cinta?”</em></p>

<p>Sudah lama semenjak surat-surat yang pernah disimpan itu, tak lagi dibuka. Sampai perkataan dia malah terngiang, dikepala kecilnya.</p>

<p>Kata-kata yang dituliskan pada surat tersebut, adalah surat tak terbalaskan. Akibat terlalu banyak membuang waktu tuk bisa, mengantarkan pada tujuan.</p>

<p>“Kupikir dirimu sudah tidak menyimpannya,” ujar seseorang membuat diri tersentak kaget, langsung menatap siapa yang berkata.</p>

<p>“Astaga! Santai sedikit, ayolah.”</p>

<p>Tidak. Suara menyeru tersebut, tidak berasal dari sosok yang berkata, melainkan figur yang sedari tadi membaca surat cinta yang telah lama. Akibat perkataan seakan membuat jantung tak lagi ditempat, ia melempar sesuatu tepat disamping figur dihadapan.</p>

<p>“Tidak bisa, jika itu bersama dengan <em>dirimu</em>.”</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://reeinshiyu.writeas.com/day-5</guid>
      <pubDate>Sat, 19 Mar 2022 13:52:39 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Roses.</title>
      <link>https://reeinshiyu.writeas.com/day-4?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[  Original Fiction.&#xA;&#xA;Day 4 of #7dayswritingchallenge 2021. !--more--&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;Ada beragam jenis warna merah, menyapu manik milik dia. Tak dikira pandangan mulai terpaku, akan irama maupun aroma khas yang menusuk sistem tubuh. Ah, itu adalah toko bunga. &#xA;&#xA;Selayaknya bernari-nari, para bunga bercanda-ria yang disinari oleh sang cahaya keemasan secara langsung. Senyum simpul ia torehkan, sewaktu menyentuh sebuah bunga yang merangsang mata. Bunga mawar merah.&#xA;&#xA;Sedikit erangan kecil, sewaktu duri pada batang menusuk disengaja sebab, sentuhan tanpa permintaan. Bahu dia dipegang, langsung berbalik arah menatap siapa yang memegang.&#xA;&#xA;&#34;Ah, maaf mengagetkan. Tapi, toko kami belum buka.&#34;&#xA;&#xA;Tidak lagi sungguh, hal lalu terulang kenapa? Dia akan merutuki habis-habisan dirinya, sebelum akhirnya segera mengucapkan permisi untuk keluar dari tempat tersebut.]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Original Fiction.</p></blockquote>

<p><em>Day 4 of <a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:7dayswritingchallenge" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">7dayswritingchallenge</span></a> 2021.</em> </p>

<hr/>

<p>Ada beragam jenis warna merah, menyapu manik milik dia. Tak dikira pandangan mulai terpaku, akan irama maupun aroma khas yang menusuk sistem tubuh. Ah, itu adalah toko bunga.</p>

<p>Selayaknya bernari-nari, para bunga bercanda-ria yang disinari oleh sang cahaya keemasan secara langsung. Senyum simpul ia torehkan, sewaktu menyentuh sebuah bunga yang merangsang mata. Bunga mawar merah.</p>

<p>Sedikit erangan kecil, sewaktu duri pada batang menusuk disengaja sebab, sentuhan tanpa permintaan. Bahu dia dipegang, langsung berbalik arah menatap siapa yang memegang.</p>

<p>“Ah, maaf mengagetkan. Tapi, toko kami belum buka.”</p>

<p>Tidak lagi sungguh, hal lalu terulang kenapa? Dia akan merutuki habis-habisan dirinya, sebelum akhirnya segera mengucapkan permisi untuk keluar dari tempat tersebut.</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://reeinshiyu.writeas.com/day-4</guid>
      <pubDate>Sat, 19 Mar 2022 13:50:21 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>The Dreams.</title>
      <link>https://reeinshiyu.writeas.com/day-3?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[  Original Fiction.&#xA;&#xA;Day 3 of #7dayswritingchallenge 2021. !--more--&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;Bermain-main dengan kenangan, dia mengukir senyum simpul bahagia. Kenangan yang tidak pernah ia lupakan adalah suatu kebahagiaan tersendiri. Bertatapan dengan dirinya dimasa lalu, sungguh hal yang membuat celah penyakit melebar. &#xA;&#xA;Dengan tubuh yang bergetar sedari tadi. Ia tak mampu berada didalam mimpi-mimpi selama ini, nihil dicari jalan keluar tak mau terbuka bagi diri. Tanpa menyadari bahwa bibir bawah merangsang gigi, tuk digigit biar tetap tenang.&#xA;&#xA;Tersentak kaget, begitu digoyangkan paksa oleh seseorang di hadapan yang saat ini, menatap khawatir. Ia tak mengindahkan perkataan yang malah tidak terdengar jelas. Tangan terulur, mengelus sesekali surai milik dia. Seraya ujung ibu jari beradu dengan bulir bening yang telah menghujani wajah.&#xA;&#xA;&#34;Jangan biarkan mimpi buruk menelan, mengerti?&#34;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Original Fiction.</p></blockquote>

<p><em>Day 3 of <a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:7dayswritingchallenge" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">7dayswritingchallenge</span></a> 2021.</em> </p>

<hr/>

<p>Bermain-main dengan kenangan, dia mengukir senyum simpul bahagia. Kenangan yang tidak pernah ia lupakan adalah suatu kebahagiaan tersendiri. Bertatapan dengan dirinya dimasa lalu, sungguh hal yang membuat celah penyakit melebar.</p>

<p>Dengan tubuh yang bergetar sedari tadi. Ia tak mampu berada didalam mimpi-mimpi selama ini, nihil dicari jalan keluar tak mau terbuka bagi diri. Tanpa menyadari bahwa bibir bawah merangsang gigi, tuk digigit biar tetap tenang.</p>

<p>Tersentak kaget, begitu digoyangkan paksa oleh seseorang di hadapan yang saat ini, menatap khawatir. Ia tak mengindahkan perkataan yang malah tidak terdengar jelas. Tangan terulur, mengelus sesekali surai milik dia. Seraya ujung ibu jari beradu dengan bulir bening yang telah menghujani wajah.</p>

<p>“Jangan biarkan mimpi buruk menelan, mengerti?”</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://reeinshiyu.writeas.com/day-3</guid>
      <pubDate>Sat, 19 Mar 2022 13:48:21 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>A Forgotten Room.</title>
      <link>https://reeinshiyu.writeas.com/day-2?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[  Original Fiction.&#xA;&#xA;Day 2 of #7dayswritingchallenge 2021. !--more--&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;Manik berwarna sejenis dengan surai itu, menelusuri ruangan. Warna putih mendominasi, dipikirkan lagi itu, merupakan kesukaan yang terkasih. &#xA;&#xA;Sudah beberapa dekade, tak berkunjung kemari. Bahkan sekilas hampir melupakan ruangan itu. Kalau-kalau tidak mengingat suatu kebahagiaan.&#xA;&#xA;Ah, tidak. Dia sudah tidak lagi bahagia. Lantas, hanya inilah yang bisa ia lakukan setiap kali mengingat yang terkasih. Ruangan yang terlupakan, tidak &#39;kan dikembalikan menjadi kenangan.&#xA;&#xA;Kenyataan tidak mau berpihak padanya, terus saja mengingatkan tuk mampir ke dalam sana. Mengingat sesuatu harmoni yang terjadi. Dia sungguh menginginkan hal itu terjadi kembali.&#xA;&#xA;&#34;Maaf, aku telah melupakan-nya.&#34;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Original Fiction.</p></blockquote>

<p><em>Day 2 of <a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:7dayswritingchallenge" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">7dayswritingchallenge</span></a> 2021.</em> </p>

<hr/>

<p>Manik berwarna sejenis dengan surai itu, menelusuri ruangan. Warna putih mendominasi, dipikirkan lagi itu, merupakan kesukaan yang terkasih.</p>

<p>Sudah beberapa dekade, tak berkunjung kemari. Bahkan sekilas hampir melupakan ruangan itu. Kalau-kalau tidak mengingat suatu kebahagiaan.</p>

<p>Ah, tidak. Dia sudah tidak lagi bahagia. Lantas, hanya inilah yang bisa ia lakukan setiap kali mengingat yang terkasih. Ruangan yang terlupakan, tidak &#39;kan dikembalikan menjadi kenangan.</p>

<p>Kenyataan tidak mau berpihak padanya, terus saja mengingatkan tuk mampir ke dalam sana. Mengingat sesuatu harmoni yang terjadi. Dia sungguh menginginkan hal itu terjadi kembali.</p>

<p>“Maaf, aku telah melupakan-nya.”</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://reeinshiyu.writeas.com/day-2</guid>
      <pubDate>Sat, 19 Mar 2022 13:46:34 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>A Painting with a Secret.</title>
      <link>https://reeinshiyu.writeas.com/day-1?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[  Original Fiction.&#xA;&#xA;Day 1 of #7dayswritingchallenge 2021. !--more--&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;Ibarat pasangan yang sudah menikah. Tangan mencoba setia, melukiskan aneka warna dengan sang kuas. Tak terasa angin mulai berdansa pada tubuh, yang terdiam akan keadaan.&#xA;&#xA;Retakan pada kanvas, mulai menjadi. Lukisan yang menambah beban pikiran, selalu berputar dalam kemasan memori. Ia mengerti sekali, akan fakta tersembunyi dibalik semua yang terjadi.&#xA;&#xA;“Sialan.”&#xA;&#xA;Umpatan pertama kali ditujukan, entah pada siapa. Ah, jangan lupakan masih terdapat lukisan dan cat tergeletak disini. Benar, terhadap lukisan tersebut, ia melontarkan satu kata itu.&#xA;&#xA;Nanar yang sekarang menatap sendu, tak lagi berbinar kagum seperti dulu. Senyuman tidak lagi terukir pada wajah, dibiarkan tanpa ekspresi, tangisan mulai melancarkan aksi.&#xA;&#xA;“Pembohong.”]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Original Fiction.</p></blockquote>

<p><em>Day 1 of <a href="https://reeinshiyu.writeas.com/tag:7dayswritingchallenge" class="hashtag" rel="nofollow"><span>#</span><span class="p-category">7dayswritingchallenge</span></a> 2021.</em> </p>

<hr/>

<p>Ibarat pasangan yang sudah menikah. Tangan mencoba setia, melukiskan aneka warna dengan sang kuas. Tak terasa angin mulai berdansa pada tubuh, yang terdiam akan keadaan.</p>

<p>Retakan pada kanvas, mulai menjadi. Lukisan yang menambah beban pikiran, selalu berputar dalam kemasan memori. Ia mengerti sekali, akan fakta tersembunyi dibalik semua yang terjadi.</p>

<p>“Sialan.”</p>

<p>Umpatan pertama kali ditujukan, entah pada siapa. Ah, jangan lupakan masih terdapat lukisan dan cat tergeletak disini. Benar, terhadap lukisan tersebut, ia melontarkan satu kata itu.</p>

<p>Nanar yang sekarang menatap sendu, tak lagi berbinar kagum seperti dulu. Senyuman tidak lagi terukir pada wajah, dibiarkan tanpa ekspresi, tangisan mulai melancarkan aksi.</p>

<p>“Pembohong.”</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://reeinshiyu.writeas.com/day-1</guid>
      <pubDate>Sat, 19 Mar 2022 13:35:45 +0000</pubDate>
    </item>
  </channel>
</rss>